Menu

Dark Mode
Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor Apakah Manusia Purba Neanderthal Punya Agama? iOS 26.3 Dirilis, Pindah dari iPhone ke Android Jadi Mudah Ilmuwan Teliti Anomali Magnetik Raksasa di Bawah Australia, Misteri Bumi Terungkap

Headline

Takut Covid-19, Dua Desa di Malang Bangun Dinding Pemisah di Jalanan

badge-check


					Takut Covid-19, Dua Desa di Malang Bangun Dinding Pemisah di Jalanan Perbesar

Masyarakat di Indonesia akan melakukan apapun untuk mencegah wilayahnya menjadi tempat penularan virus corona. Umumnya mereka akan menutup akses dengan memasang portal di kompleknya. Namun warga di Malang, Jawa Timur melakukan upaya pencegahan yang lebih ekstrem.

Viral di media sosial foto warga tengah menutup jalan dengan membangun dinding beton. Bukan akses masuk komplek, beton itu dipasang di tengah jalan yang menghubungkan dua desa.

Foto yang viral tersebut menggambarkan situasi di dua desa di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Warga di masing-masing desa memasang portal sebagai pencegahan persebaran Covid-19 di wilayahnya.

Dokumentasi foto saat warga membangun beton itu pertama kali diunggah melalui platfom Facebook. Portal dua desa tersebut saling berhadapan, seakan mereka tengah bersitegang.

Desa yang satu menutup dengan bambu dan yang satunya lagi memasang batako atau seperti membuat benteng.

Penutupan jalan ini dilakukan oleh warga Desa Sambigede dan Desa Senggreng. Kedua desa ini bertetangga, sehingga warganya harus menggunakan akses jalan lain apabila ingin melewati desa tetangga.

“Ada kesalahpahaman, sudah dikoordinasikan untuk dibongkar,” ungkap Camat Sumberpucung, Moh Sholeh, dikutip dari Madiunpos.

Sholeh menjelaskan tindakan yang dilakukan para warga tersebut tanpa seizin dan sepengetahuan kepala desa. Sehingga pihak kecamatan memutuskan untuk melakukan pembongkaran paksa.

” Tanpa persetujuan kepala desa, itu tidak benar. Kok saling menutup jalan, kasihan warga lain tidak bisa lewat nanti,” tegas Sholeh dengan nada kesal.

Sejak pandemi Covid-19, terjadi kesalahpahaman terkait physical distancing. Warga desa banyak yang mengartikan kebijakan tersebut sebagai physical distancing village di mana dilakukan penyekatan akses keluar masuk desa dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona covid-19.

” Hal itulah yang juga dilakukan oleh Desa Sambigede dan Senggreng itu. Tapi kenapa kok portal saling berhadapan, itu tidak benar. Sudah diperintahkan untuk dibongkar,” terang Sholeh.

Sholeh berharap, masyarakat tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19 tanpa memunculkan polemik antar desa. ” Ayo bersama melawan corona, saling gotong royong menjaga wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Sumber : dream.co.id

Foto : Facebook/ KUMI Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

Kepala Daerah Lalai Kelola Sampah, Pemerintah Pusat Bakal Tindak Tegas

4 February 2026 - 08:17 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Trending on Headline