Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Kabar Dunia

Simulasi Komputer pada 1973 Ini Ramalkan Kiamat Akan Terjadi pada 2040?

badge-check


					Simulasi Komputer pada 1973 Ini Ramalkan Kiamat Akan Terjadi pada 2040? Perbesar

SEBUAH simulasi, yang diproses oleh salah satu komputer terbesar di dunia pada tahun 1973, telah meramalkan bahwa tahun 2040 akan menjadi akhir dunia atau kiamat.

Prediksi tersebut berasal dari program komputer yang dijuluki World One, yang dikembangkan oleh tim peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat dan diproses oleh komputer terbesar Australia.

Simulasi itu dirancang oleh pelopor komputer Jay Forrester, setelah dia ditugaskan oleh Club of Rome untuk mengembangkan model keberlanjutan global. Club of Rome adalah organisasi individu yang berbagi kepedulian bersama untuk masa depan umat manusia.

Hasil mengejutkan dari simulasi komputer itu menunjukkan bahwa tingkat polusi dan populasi akan menyebabkan kiamat global pada tahun 2040.

Menurut simulasi, dunia tidak dapat mempertahankan tingkat populasi dan pertumbuhan industri.

Model ini mendasarkan ramalannya pada tren seperti tingkat polusi, pertumbuhan populasi, ketersediaan sumber daya alam dan kualitas hidup di Bumi.

Perhitungan yang menakutkan telah sangat akurat dalam prediksi tertentu, seperti kualitas hidup yang stagnan dan berkurangnya sumber daya alam. Ramalan itu menunjukkan bahwa kualitas hidup diperkirakan akan turun secara dramatis tepat setelah 2020.

“Pada sekitar 2020, kondisi planet menjadi sangat kritis,” kata penyiar Radio ABC Australia merujuk laporan hasil simulasi komputer yang rilis pada 1970-an itu, seperti dikutip dari The Daily Express, Rabu (15/8/2018).

“Jika kita tidak melakukan apa-apa, kualitas hidup menjadi nol. Polusi menjadi begitu serius sehingga akan mulai membunuh orang, yang pada gilirannya akan menyebabkan populasi berkurang, lebih rendah daripada di tahun 1900,” lanjutnya.

“Pada tahap ini, sekitar 2040 hingga 2050, peradaban seperti yang kita kenal di planet ini akan tidak ada lagi,” alias kiamat.

Alexander King, seorang perintis Inggris yang memimpin Club of Rome, juga membuat prediksi mengejutkan mengenai kedaulatan nasional.

Dia mengatakan kepada Radio ABC Australia: “Kedaulatan negara tidak lagi mutlak. Ada penurunan kedaulatan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Bahkan di negara-negara besar, ini akan terjadi.”

***

Sumber : The Daily express

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia