Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Politik

Blusukan di Pasar Jambu Dua, Ru’yat Dapat Dukungan Pedagang

badge-check


					Blusukan di Pasar Jambu Dua, Ru’yat Dapat Dukungan Pedagang Perbesar

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) menyelenggarakan Urun Rembug Pedagang Pasar Tradisional Tentang Perda KTR Kota Bogor di aula gedung Pasar Warung Jambu, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (27/03/2018), berlangsung serius tapi santai. Kehadiran Calon Wali Kota Bogor, Achmad Ru’yat yang memaparkan visi misi dan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut, langsung mendapat dukungan dari pedagang.

“Saya tadi melihat dan mendengarkan langsung apa yang dipaparkan Pak Ru’yat itu bagus, solusinya juga bagus. Selama beliau bisa menyelesaikan dan membuat kebijakan yang pro rakyat, Insya Allah semua akan mendukung,” ucap salah satu pedagang rokok, Samsudin (43).

Sementara, Achmad Ru’yat mengatakan, Perda No. 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) itu harus diefektifkan berupa sosialisasi dan pengawasan, agar Perda tersebut bagi para perokok aktif di tempat – tempat tertentu seperti di rumah sakit, sekolah, perkantoran dan tempat lainnya, tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang tidak merokok atau perokok pasif.

“Usulan baru terkait dengan perubahan raperda ini harus ditinjau secara yuridis, sosiologis dan psikologis masyarakat serta yang lebih penting adalah bagaimana Perda yang sudah ada itu diefektifkan terlebih dahulu, sehingga klausul yang terkait dengan pasar tradisional ini bisa dilakukan kajian yang lebih komprehensif, karena menyangkut hajat hidup ekonomi orang banyak dalam dunia usaha,” ungkap Achmad Ru’yat.

Pasangan RZ ingin memastikan, sambung Achmad Ru’yat, bagaimana pemerintah daerah berkewajiban untuk menciptakan suasana iklim usaha yang membuat gairah para pedagang.

“Saya melihat perlu adanya pembenahan sarana dan prasarana pasar, misal atap yang bocor sehingga membuat banjir. Jadi ini yang harus kita soroti di pasar tradisional, agar para pedagang mendapat kenyamanan dalam berusaha,” kata Achmad Ru’yat.

Untuk menggairahkan dan memajukan para pedagang di pasar pasar, Ru’yat memaparkan bahwa Pemerintah Kota Bogor kedepan harus mendorong agar PD Pasar Pakuan Jaya bekerja lebih keras lagi dalam memberikan pelayanan di pasar pasar, termasuk Disperindag yang harus lebih intensif rutin turun ke lapangan.

“Semuanya harus sinergis antara Pemkot Bogor dan PDPPJ, karena pasar ini dikelola oleh BUMD Pemkot Bogor. Pasangan RZ siap memajukan para pedagang dan menjadikan pasar tradisional lebih maju lagi. Untuk program terobosannya, kami sudah mempersiapkannya, tinggal direalisasikan setelah terpilih nanti,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik