Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Headline

RPJMD KOTA BOGOR DIREVISI

badge-check


					RPJMD KOTA BOGOR DIREVISI Perbesar

Setelah berjalan dalam kurun waktu 2 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019-2024 akan dilakukan perubahan pada tahun 2021.

Salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam perubahan RPJMD Kota Bogor yaitu dengan menyelenggarakan konsultasi publik tentang rancangan awal RPJMD perubahan.

Penyelenggaraan konsultasi publik dilaksanakan selama 3 hari, sejak hari Selasa sampai dengan Kamis (26-28 Januari 2021) secara virtual.

“Perubahan RPJMD didasarkan adanya perubahan mendasar dan sisa berlaku RPJMD kurang dari 3 tahun, sebagaimana diatur dalam Permendagri 86 tahun 2017”, ungkap Kepala Bappeda Kota Bogor Hanafi, dalam laporan pembukaan acara konsultasi publik.

Lebih lanjut, Hanafi menjelaskan bahwa perubahan mendasar yang terjadi adalah karena adanya perubahan kebijakan nasional dan adanya bencana nasional yang sangat berpengaruh dalam capaian rencana pembangunan di Kota Bogor.

“RPJM Nasional ditetapkan 2020, sementara RPJMD Kota Bogor 2019. Sehingga butuh penyesuaian terhadap kebijakan tersebut serta Covid-19 yang ditetapkan menjadi bencana non alam”, tegas Kepala Bappeda.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya dalam arahannya menyatakan bahwa perubahan RPJMD Kota Bogor bukan merubah Visi dan Misi, tetapi diperlukan penyesuaian terhadap indikator-indikator target yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Menjadikan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga, tetap menjadi Visi kedepan. Tidak Berubah” ucap Bima.

Hal lain yang disampaikan Walikota adalah perubahan RPJMD bukan untuk mengurangi Pagu atau kegiatan, tetapi melihat secara objektif setiap capaian dan kondisi tantangan saat ini dan kedepan, termasuk dalam menghadapi Covid-19.

“Saya ingin membuka paradigma dan persepsi bahwa harus dilihat peluang-peluang yang memungkinkan adanya peningkatan capaian dalam pembangunan. Dibalik musibah, ada berkah”, tandasnya.

Poin terakhir dari arahan Walikota adalah tentang pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan di Kota Bogor.

“Ruang konsultasi publik ini diharapkan menjadi masukan dari akademisi, lembaga masyarakat, dan praktisi terhadap pembangunan Kota Bogor, yang mungkin luput dari kaca mata Birokrasi”, imbuhnya.

Untuk diketahui, bahwa agenda penyelenggaraan konsultasi publik rancangan awal RPJMD Kota Bogor ini dibagi menjadi 3 hari dengan fokus pembahasan di masing-masing berbeda.

Hari pertama, selasa 26 Januari 2021 fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hari Kedua, Rabu 27 Januari 2021 fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing daerah berbasis potensi lokal. Sementara hari ketiga, Kamis 28 Januari 2021 fokus pada reformasi birokrasi.

Hadir sebagai narasumber dari Bappenas, Kemen PANRB, Kemendagri, Kemenristek dan Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Editor aldho/RM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

6 February 2026 - 22:39 WIB

Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

6 February 2026 - 22:25 WIB

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

Trending on Headline