Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

Riset: Paparan Sinar Matahari Tidak Jamin Kadar Vitamin D Tubuh Tinggi

badge-check


					Ilustrasi. Menurut riset terbaru, paparan sinar matahari selama beberapa bulan dalam setahun tidak langsung meningkatkan kadar vitamin D tubuh. (Foto: Freepik.com/freepik) Perbesar

Ilustrasi. Menurut riset terbaru, paparan sinar matahari selama beberapa bulan dalam setahun tidak langsung meningkatkan kadar vitamin D tubuh. (Foto: Freepik.com/freepik)

Di negara empat musim, keberadaan sinar matahari hanya berlangsung dalam hitungan beberapa bulan. Di momen ini, rupanya paparan sinar matahari tidak menjamin kecukupan kebutuhan vitamin D.

Dalam sebuah studi terbaru dari Newcastle University, Inggris, menemukan selama berbulan-bulan paling cerah dalam setahun, kekurangan vitamin D tetap umum terjadi pada sebagian besar peserta yang diuji.

“Yang mengejutkan dari temuan ini adalah kadar vitamin D tidak membaik, bahkan di bulan-bulan musim panas ketika kita biasanya mengharapkan pemulihan,” kata peneliti nutrisi Bernard Corfe mengutip dari Science Alert.

Pada Desember 2024-Agustus 2025 Corfe dan tim menguji 299 orang untuk melihat kadar vitamin D. Setengah peserta berusia di atas 65 tahun, sementara lainnya berusia di atas 18 tahun dengan kulit lebih gelap.

Mereka yang berusia 65 tahun ke atas lebih dari setengahnya memiliki kadar vitamin D di bawah ambang batas. Kemudian yang orang dewasa muda lebih dari 72 persen berasa di bawah ambang batas.

Fungsi vitamin D
Vitamin D cukup berbeda karakter dengan vitamin lain. Vitamin ini bisa diperoleh dari makanan dan dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Kulit dapat memproduksi vitamin D saat terpapar sinar ultraviolet B dari sinar matahari.

Tak heran masalah kekurangan vitamin D umum dialami warga negara empat musim terutama di musim dingin.

Vitamin D dikaitkan dengan kesehatan mental dalam sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada 2022. Kadar vitamin D lebih tinggi berkaitan dengan gejala depresi lebih sedikit pada mereka yang didiagnosis depresi.

Beberapa ilmuwan lain mengaitkan vitamin D dengan risiko kanker dan diabetes lebih rendah. Namun penelitian tentang hal ini masih terus berlangsung.

Penelitian terbaru ini pun perlu jadi perhatian banyak orang. Sinar matahari yang muncul selama bebeapa bulan dalam setahun tidak serta merta membuat kadar vitamin D tubuh jadi tinggi.

Kenapa? Alasannya ada tiga yakni, pertambahan usia membuat kulit tidak efisien memproduksi vitamin D, lalu melanin pada kulit bertindak seperti tabir surya dan menghalangi sinar UV.

Selain itu, faktor geografis. Ada wilayah di dunia dengan sinar matahari relatif lemah terutama wilayah di utara bumi.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle