Salah seorang saksi hanyutnya siswa SMP IT AL-Hikmah Kota Depok di Curug Kembar, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (12/10/2022), mengaku tak sempat menolong temannya yang terseret arus sungai.
Joya, salah satu korban selamat mengaku melihat temannya terpontang-panting terseret derasnya air Curug Kembar, dirinya pun hendak menolong korban namun tak sempat karena posisi korban sudah jauh terbawa derasnya air.

“Aku masih di atas, jadi belum nyebrang sungai. Niatnya mau nolongin cuma sudah terlalu jauh, soalnya arusnya kenceng banget,” ujar Joya, Kamis (13/10/2022).
Joya menambahkan, saat kejadian dirinya berdekatan dengan salah satu rekannya yang menjadi korban. Menurutnya saat hikking, di lokasi Curug Kembar kondisi memang diguyur hujan.
“Aku berdekatan dengan teman, dia di samping aku. Ada agenda susur sungai, saat jalan emang tidak terjadi apa-apa. Tiba-tiba gerimis, lalu air besar tiba-tiba datang,” katanya.
Sementara itu orang tua siswa, Dewi mengetahui anaknya mengikuti kegiatan tersebut bergegas datang ke lokasi memastikan anaknya selamat.
“Kita tahu kabar ini dari grup teman sekolah, jadi saya langsung datang ke sini, karena tidak ada kabar mengingat tidak ada sinyal jadi saya datang ke sini,” ungkapn Dewi, orang tua siswi yang selamat.
Dirinya mengaku tidak mengetahui kegiatan ini dilaksanakan hari ini (kemarin), namun ia mengetahui rencana kegiatan LDKS. “Iya kita gak tahu kapan acaranya,” ujarnya.
Sementara itu Yanti, orang tua siswa sekaligus Ketua Komite SMP IT AL-Hikmah Kota Depok mengatakan, tidak tahu kejadiannya bakal sampai begini.
“Ini kan musibah, kita tidak menyangka sampai ada korban anak teman kami,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sejumlah siswa SMP IT AL-Hikmah Kota Depok dikabarkan terbawa hanyut saat mengikuti kegiatan LDKS susur sungai. Tiba-tiba air sungai meluap dan menyeret sejumlah siswa di lokasi tersebut.
Penulis A Fauzi
Editor Aldho Herman














