Menu

Dark Mode
Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang Ritual Seram ‘Sunjang’ di Korea Kuno Tumbalkan Seluruh Keluarga Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini Bocoran GTA 6! Punya Misi Rahasia dengan Rapper Terkenal Gara-gara AI, 2 Miliar Pengguna Gmail Dalam Ancaman Besar MacBook Neo Segera Masuk RI, Sudah Kantongi Restu Komdigi

Kabar Lifestyle

Pendiri Apple Ada Tiga, Satu yang Tak Beruntung

badge-check


					Pendiri Apple Ada Tiga, Satu yang Tak Beruntung (Foto: Apple) Perbesar

Pendiri Apple Ada Tiga, Satu yang Tak Beruntung (Foto: Apple)

Kebanyakan orang mungkin cuma tahu kalau Steve Jobs dan Steve Wozniak adalah orang di balik berdirinya Apple. Padahal ada satu sosok lagi yang ikut meneken surat perjanjian kerja sama saat perusahaan itu pertama kali dibentuk pada 1 April 1976.

Namanya adalah Ronald Wayne. Pria ini bisa dibilang sebagai pendiri ketiga yang bernasib kurang beruntung kalau melihat kondisi Apple yang sekarang sudah jadi raksasa teknologi dunia di usianya yang ke-50 tahun ini.

Wayne saat itu berperan sebagai penengah bagi Jobs dan Wozniak yang usianya jauh lebih muda. Saat itu Jobs baru berumur 21 tahun dan Wozniak 25 tahun, sementara Wayne sudah menginjak usia 41 tahun. Karena pengalamannya lebih banyak, dia dipercaya buat bikin draf perjanjian kemitraan yang sah secara hukum. Bahkan logo pertama Apple yang gambar Isaac Newton duduk di bawah pohon apel itu juga hasil karya tangan dinginnya.

Meski punya peran penting, Wayne cuma bertahan selama 12 hari di perusahaan tersebut. Alasannya cukup masuk akal buat ukuran orang yang sudah punya aset pribadi di masa itu. Karena status Apple saat itu masih kemitraan biasa dan bukan korporasi, setiap anggota harus bertanggung jawab secara pribadi kalau ada utang perusahaan. Wayne yang sebelumnya pernah gagal dalam berbisnis merasa risikonya terlalu besar buat dia tanggung sendiri.

Akhirnya dia memutuskan buat mundur dan merelakan 10 persen saham yang dimilikinya. Dia cuma menerima uang sebesar 800 dolar AS (USD) atau sekitar 12,8 juta rupiah sebagai pembayaran awal. Belakangan dia juga dapat tambahan sekitar 1.770 USD atau setara Rp 28,3 juta saat Apple berubah jadi korporasi.

Kalau ditotal, Wayne cuma dapat sekitar USD 2.570 atau sekitar Rp 41,1 juta buat melepas sahamnya. Coba bayangkan kalau dia tetap bertahan, saham 10 persen miliknya itu sekarang nilainya bisa mencapai angka USD 377 miliar yang kalau dikonversi nilainya menembus Rp 6.032 triliun!

Nasib kurang beruntung Wayne ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Pada tahun 1990-an, dia sempat menjual dokumen asli perjanjian kerja sama Apple yang dia simpan cuma seharga USD 500 atau sekitar Rp 8 juta. Siapa sangka dokumen bersejarah itu malah laku terjual jutaan dolar di balai lelang beberapa tahun kemudian.

Pada tahun 2011, dokumen itu terjual USD 1,6 juta (sekitar Rp 25,6 miliar), dan pada awal tahun 2026 ini kembali berpindah tangan dengan harga mencapai USD 2,5 juta atau sekitar Rp 40 miliar.

Meski kalau dilihat sekarang keputusan itu terasa sangat rugi, Wayne sendiri mengaku tidak pernah menyesal. Dia merasa keputusan buat keluar saat itu adalah langkah yang paling tepat buat ketenangan pikirannya, demikian dikutip dari Detik, Minggu (5/4/2026).

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang

13 April 2026 - 16:49 WIB

Ritual Seram ‘Sunjang’ di Korea Kuno Tumbalkan Seluruh Keluarga

13 April 2026 - 16:43 WIB

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini

13 April 2026 - 16:37 WIB

Bocoran GTA 6! Punya Misi Rahasia dengan Rapper Terkenal

13 April 2026 - 16:32 WIB

Gara-gara AI, 2 Miliar Pengguna Gmail Dalam Ancaman Besar

13 April 2026 - 16:27 WIB

Trending on Kabar Lifestyle