Menu ✖

Dark Mode
YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China

Headline

Peduli Petani, Ridwan Kamil Ajak Beli Beras Lokal

badge-check


					Peduli  Petani, Ridwan Kamil Ajak Beli Beras Lokal Perbesar

*Ridwan Kamil: Daripada Impor, Beli Saja Beras Petani Lokal*

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberi ide cemerlang sekaligus memperjuangkan aspirasi para petani. Terkait rencana impor 1 juta ton beras yang akan dilakukan pemerintah pusat.

Menurut Kang Emil, ketimbang pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan impor beras, yang jelas merugikan petani lokal, lebih baik menyerap beras berasal dari wilayah Indonesia, utamanya Jawa Barat.

“Daripada impor, sebaiknya beli saja beras petani kita sendiri,” katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (17/3).

Keberpihakan Kang Emil pada para petani, bukan tanpa alasan. Dia meminta rencana impor beras ditunda atau dibatalkan sama sekali. Karena sampai April 2021, untuk Jawa Barat saja tercatat surplus beras 322 ribu ton. Dan sebentar lagi, akan panen raya. Menghasilkan beras yang berlimpah.

“Jika kemudian terjadi banjir beras impor, maka harga beras petani lokal bakal jatuh, dan tidak terserap pasar,” ucapnya menyampaikan aspirasi para petani usai berkomunikasi langsung via _video conference_.

Sejumlah perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) curhat mengenai rencana impor beras. Kang Emil membeberkan dari Cirebon ada Gapoktan yang biasa Bulog beli berasnya 120-130 ribu ton, sekarang menurunkan menjadi 21 ribu ton.

“Masa sudah beras banyak, mau impor juga. Kalau posisinya krisis beras, saya kira masuk akal ya, tapi ini surplus di Jabar,” ujarnya.

Kang Emil mengingatkan semua pihak, jangan sampai impor beras malah mengancam kesejahteraan petani yang tengah diangkat derajat dan martabatnya melalui berbagai program rancangan Pemprov Jabar.

“Maka kami usulkan ke pemerintah, agar menunda beras impor, maksimalkan saja produksi Jabar yang melimpah,” tegasnya.

“Jangan sampai sekarang pas mau panen raya, nanti harga beras petani lokal kebanting, kan kasihan. Ayo kita selalu semangat swasembada dan membeli produk-produk pangan lokal,” pesan suami Atalia Praratya itu.

*Berdasarkan Data BPS*

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat menambahkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata konsumsi beras per kapita per tahun di Jabar sebanyak 128,4 kg.

Jumlah penduduk Jawa Barat sekarang di kisaran 49.350.000 orang. Pihaknya menghitung, angka penduduk sebanyak itu memerlukan beras sekitar 6.000.400 ton per tahun.

“Yang disampaikan Pak Gubernur adalah hitungan kami dari kacamata panen bulan Januari dan Februari, Maret-April, itu kan ada potensi panen,” bebernya.

Potensi panen, lanjut Dadan, yang menetapkan adalah BPS. Pihaknya sudah mengonfirmasi terkait angka 322 ribu ton beras, sampai dengan bulan April.

“Dan juga April ini memang lagi panen raya. Ini persoalan yang faktual, aspirasi dari petani langsung, kok tiba-tiba mau impor beras?,” tuturnya heran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline