Menu ✖

Dark Mode
Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru Robot Menyerah, Tak Sanggup Gantikan Manusia Kerja di Gedung Ecommerce

Kabar Lifestyle

Paus dan Obama Diserang Orang Dekat Wapres, Tuduhannya Kejam

badge-check


					Paus dan Obama Diserang Orang Dekat Wapres, Tuduhannya Kejam (Foto: AP/Carolyn Kaster)
Perbesar

Paus dan Obama Diserang Orang Dekat Wapres, Tuduhannya Kejam (Foto: AP/Carolyn Kaster)

Saat banyak bos teknologi menyuarakan kekhawatiran soal AI, Peter Thiel yang merupakan bos Palantir Technologies berlaku sebaliknya. Dia menyerang orang-orang yang mengkritik AI dan menyebut mereka ingin meningkatkan popularitas.

Bahkan miliarder teknologi berusia 58 tahun itu juga menyebut nama mantan Presiden Barack Obama dan Paus Leo XIV sebagai pihak yang mengeksploitasi ketakutan soal AI.

Thiel dilaporkan berbicara dalam serangkaian kuliah soal anti-kristus di Roma.

“Banyak orang tahu AI tidak populer secara politik dan ingin memanfaatkannya untuk meningkatkan popularitas sendiri. Baik Obama dan Paus termasuk dalam kategori ini. Obama tahu Partai Dmeokrat tidak memiliki ide, namun bisa menentang AI,” jelasnya dikutip dari Politico, Jumat (9/10/2026).

Dia juga menuding Paus Leo berupaya mengalihkan perhatian dari skandal pelecehan seksual Gereja Katolik. AI yang sangat populer disebutnya jadi alat pengalihan tersebut.

“Dia butuh sesuatu yang populer secara politik, mengalihkan perhatian dari skandal pelecehan seksual anak yang dilakukan gereja dan menemukannya dalam AI,” kata Thiel.

Thiel, yang dikenal dekat dengan Wakil Presiden AS JD Vance, telah berulang kali menulis dan berbicara soal anti-kristus. Menurutnya, anti-kristus tidak hanya sosok, tetapi bisa menjadi sistem pemerintahan global yang berkuasa dengan mengeksploitasi ketakutan atas teknologi dan perubahan iklim.

Di sisi lain, Obama dan Paus Leo XIV memang telah menyuarakan pendapatannya dan kekhawatiran soal AI.

Obama, misalnya, mendesak Partai Demokrat menyusun rencana lebih komprehensif soal teknologi tersebut.

Sementara Paus Leo menjadikan AI dalam tema ensiklik pertamanya. Berjudul Magnifice Humanitas (Magnificient Humanitas/Kemanusiaan yang Agung), dia mengingatkan soal AI yang menyebarkan informasi salah.

AI disebutnya juga bisa mendorong konflik dan berisiko membawa perang yang tidak berkesudan di dunia.

Dia pun meminta kepemilikan data tidak hanya diserahkan pada pihak swasta. Pembuat kebijakan harusnya berbenah dan membuat kebijakan bagi pelindungan hak pekerja dan anak-anak untuk bisa tetap aman dari AI.

Baru-baru ini, dia juga menyerukan untuk seniman bisa bersatu menjaga kreativitas di tengah perkembangan AI. Kerja sama Gereja Katolik dengan para seniman dilakukan sebagai upaya melakukan pelindungan pada sesuatu yang menjadi ciri khas manusia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

13 October 2026 - 12:39 WIB

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

13 October 2026 - 12:36 WIB

Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik

13 October 2026 - 12:31 WIB

Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan

13 October 2026 - 12:28 WIB

Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru

13 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle