Jakarta – Ilmuwan mengungkap keberadaan ular laut purba raksasa yang diperkirakan berukuran hingga sekitar 12 meter dan hidup sekitar 56 juta tahun lalu. Spesies ini diperkirakan menjadi salah satu predator puncak laut pada zamannya sebelum paus dan hiu besar mendominasi ekosistem laut.
Penemuan serta penelitian terhadap spesies yang dinamai Palaeophis colossaeus ini memberikan gambaran baru mengenai kehidupan laut di era Eosen. Dikutip dari Indian Defence Review, fosil vertebra dari ular laut ini ditemukan di bekas wilayah Laut Tethys yang kini bagian dari Gurun Sahara, Afrika Utara.

Ukuran tulang belakangnya jauh lebih besar dari ular yang masih hidup saat ini, menunjuk pada tubuh yang sangat panjang dan berotot, yang memungkinkan hewan ini mengejar serta memangsa berbagai macam mangsa di perairan tropis purba.
Palaeophis colossaeus hidup pada periode ketika iklim Bumi jauh lebih hangat dibanding sekarang, dan lautan dangkal tropis menyediakan sumber makanan melimpah seperti ikan purba dan makhluk laut lainnya. Fosil-fosil raksasa ini memungkinkan peneliti memahami lebih dalam bagaimana struktur tubuh reptil laut purba bekerja serta peran mereka sebagai predator puncak.
“Palaeophis colossaeus adalah ular yang sangat besar dengan vertebra yang lebih besar dari spesies ular hidup manapun yang diketahui,” ujar penulis artikel dan pelapor temuan ini, Rania Hadid.
Analisis terhadap struktur tulang belakang juga menunjukkan bahwa tubuhnya lebih fleksibel dan kuat dibanding banyak reptil laut lainnya pada masa itu. Para ilmuwan menduga kemampuan ini memungkinkan ular laut raksasa tersebut menangkap ikan besar bahkan hiu kecil yang hidup bersamanya di laut tropis purba. Ukuran rahangnya yang besar dan kemampuan membuka mulut lebar juga diperkirakan memudahkan Palaeophis menangkap mangsa berukuran besar.
Temuan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang keanekaragaman reptil laut purba, tetapi juga membantu merekonstruksi ekosistem laut di masa lalu serta pergeseran peran predator puncak dari reptil ke mamalia laut seiring evolusi jutaan tahun kemudian.
Penelitian lebih jauh terhadap fosil dan lingkungan purba tempat ular laut ini hidup diharapkan bisa memberi petunjuk tambahan tentang interaksi antara predator laut purba dan perubahan iklim global pada awal era Eosen, serta bagaimana ekosistem laut berevolusi sejak saat itu.
Sumber: detik.com














