Menu ✖

Dark Mode
Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi Sony Siapkan Perangkat Baru yang Misterius: PlayStation Portal OLED? Rahasia Coretan Pensil yang Bikin Prosesor AMD Makin Ngebut Imbas Krisis Iklim, Kehidupan Koloni Penguin Terbesar Terancam

Kabar Lifestyle

Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara

badge-check


					Foto: Aisyah/detikINET Perbesar

Foto: Aisyah/detikINET

Jakarta – Kasus penipuan hak cipta musik terbesar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan Michael Smith akhirnya memasuki babak akhir.

Pria asal North Carolina, Amerika Serikat, tersebut resmi dijatuhi hukuman 18 bulan penjara serta diwajibkan mengembalikan uang hasil kejahatannya sebesar USD 8,09 juta (sekitar Rp 126 miliar) usai terbukti memanipulasi miliaran (streaming) lagu di berbagai platform musik digital.

Smith melancarkan aksinya bersama sejumlah rekan konspirator sepanjang periode 2017 hingga 2024 dengan membidik platform raksasa seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, dan YouTube Music.

Modus Halus: Pasukan 1.040 Bot dan Artis Fiktif

Guna menghindari deteksi sistem keamanan platform, Smith menerapkan strategi peretasan yang rapi agar angka pemutaran tidak menumpuk secara mencurigakan pada satu lagu saja:

Ratusan Ribu Lagu & Artis Palsu: Smith mengunggah ratusan ribu lagu buatan AI menggunakan nama-nama artis fiktif, seperti Calm Baseball, Calm Connected, Calliope Bloom, hingga Callous Humane.

Jaringan Bot Raksasa: Pada puncak operasinya, Smith mengoperasikan 52 akun layanan cloud, di mana masing-masing akun menjalankan 20 akun bot, menghasilkan total 1.040 bot yang terhubung melalui jaringan VPN.

661 Ribu Pemutaran Harian: Setiap bot disetel memutar sekitar 636 lagu per hari, menghasilkan lebih dari 661.000 pemutaran harian secara otomatis across jaringan.

Kerapian skema ini membuat lagu-lagu AI milik Smith secara kumulatif mengumpulkan miliaran stream. Kementerian Kehakiman AS (DoJ) bahkan membandingkan jumlah pemutaran lagu AI Smith dengan penyanyi megabintang Taylor Swift: pada April 2023, katalog Taylor Swift meraih 9,3 juta stream di akun keluarga YouTube Music, sementara lagu-lagu AI milik Smith meraup hingga 80,9 juta pemutaran di periode yang sama.

Vonis Hukum dan Penyitaan Uang USD 8 Juta
Setelah didakwa atas tuduhan konspirasi penipuan kawat (wire fraud) dan pencucian uang pada September 2024, Smith memutuskan mengaku bersalah pada Maret 2026.

Meski Smith awalnya terancam hukuman maksimal hingga 5 tahun penjara, hakim akhirnya menjatuhkan vonis hukuman yang lebih ringan:

Hukuman Penjara: 18 bulan kurungan penjara.
Masa Pengawasan: 2 tahun masa pengawasan setelah bebas (supervised release).
Penyitaan Aset: Pengembalian seluruh royalti hasil kejahatan sebesar USD 8.091.843,64.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027

10 October 2026 - 12:01 WIB

AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

10 October 2026 - 11:47 WIB

Sony Siapkan Perangkat Baru yang Misterius: PlayStation Portal OLED?

10 October 2026 - 11:39 WIB

Rahasia Coretan Pensil yang Bikin Prosesor AMD Makin Ngebut

10 October 2026 - 11:32 WIB

Imbas Krisis Iklim, Kehidupan Koloni Penguin Terbesar Terancam

10 October 2026 - 11:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle