Menu

Dark Mode
Meta Gugat Perusahaan Brasil dan China Penipu Deepfake AI Komdigi Sebut 33 Persen Remaja Indonesia Kecanduan Gim Amerika-Israel Serang Iran Trending di X, Netizen Khawatir Perang Air Tertua di Dunia Ditemukan, Simpan Jejak Kehidupan Purba Perang Memanas, Langit Iran Mendadak Sepi Pesawat Sipil Ramadhan Fest IAI Al Hidayah, Rozi Putra: Pentingnya Pembangunan Karakter

Kabar Lifestyle

Meta Gugat Perusahaan Brasil dan China Penipu Deepfake AI

badge-check


					Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic) Perbesar

Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

Meta resmi mengajukan gugatan hukum pada Kamis (26/2) terhadap sejumlah individu dan perusahaan di Brasil dan China yang menggunakan teknologi deepfake selebriti untuk menipu pengguna.

Raksasa teknologi asal AS itu menargetkan empat pengiklan nakal yang memalsukan identitas tokoh serta merek terkenal guna mempromosikan produk ilegal dan skema investasi bodong di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Di Brasil, Meta menggugat B&B Suplementos e Cosmeticos, Brites Academia de Treinamento, serta dua individu karena menjalankan operasi penipuan produk kesehatan tanpa izin regulator menggunakan wajah palsu dokter ternama.

Perusahaan Brites bahkan dilaporkan menjual kursus yang mengajarkan taktik penipuan tersebut kepada orang lain.

Salah satu korban pencatutan nama, ahli onkologi terkenal Drauzio Varella, menilai langkah hukum Meta masih sangat minim dan menganggap platform tersebut seolah menjadi “mitra penipuan.”

Tuduhan itu dilontarkan karena merasa Meta juga meraup keuntungan besar dari penyebaran video ilegal yang menjangkau jutaan orang.

Sedangkan di China, Meta menyeret Shenzhen Yunzheng Technology ke pengadilan atas tuduhan iklan “umpan selebriti” yang menargetkan pengguna di AS dan Jepang untuk masuk ke dalam grup investasi palsu.

Selain itu, perusahaan asal Vietnam, Ly Van Lam, juga digugat karena menyebarkan iklan penipuan untuk tas mewah merek Longchamp.

Meta menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh kriminal untuk meniru suara dan video tokoh publik telah membuat pesan penipuan daring tampak semakin nyata dan berbahaya bagi masyarakat global.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komdigi Sebut 33 Persen Remaja Indonesia Kecanduan Gim

1 March 2026 - 16:11 WIB

Amerika-Israel Serang Iran Trending di X, Netizen Khawatir Perang

1 March 2026 - 16:01 WIB

Air Tertua di Dunia Ditemukan, Simpan Jejak Kehidupan Purba

1 March 2026 - 15:56 WIB

Perang Memanas, Langit Iran Mendadak Sepi Pesawat Sipil

1 March 2026 - 15:52 WIB

Respons NASA usai Janji Trump Ungkap Rahasia UFO dan Alien

28 February 2026 - 14:59 WIB

Trending on Kabar Lifestyle