Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Headline

Mengenal Infeksi Brucella. Apa dan Bagaimana Gejalanya?

badge-check


					Mengenal Infeksi Brucella. Apa dan Bagaimana Gejalanya? Perbesar

Pabrik biofarmasi di China bocor, akibatnya sebanyak 3.245 warga China dilaporkan terjangkit Brucellosis.  Komisi Kesehatan Lanzhou, Gansu, China, menguji 21.847 orang dari 2,9 juta penduduk di wilayah tersebut.

Apa itu brucellosis dan apa saja gejalanya?

Dilansir dari MayoClinic, brucellosis adalah infeksi bakteri yang menyebar dari hewan ke manusia. Umumnya, orang dapat terinfeksi dari produk makanan susu mentah atau yang tidak mengalami proses pasteurisasi. Bakteri penyebab brucellosis dapat menyebar melalui udara atau melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Hewan yang paling sering terinfeksi bakteri penyebab Brucellosis yakni domba, sapi, kambing, babi, dan anjing.  Gejala brucellosis dapat muncul kapan saja dari beberapa hari hingga beberapa bulan setelah Anda terinfeksi. Tanda dan gejalanya mirip dengan flu dan meliputi:
– Demam
– Panas dingin
– Kehilangan selera makan
– Keringat
– Kelemahan
– Kelelahan
– Nyeri sendi, otot, dan punggung
– Sakit kepala


Baca juga: Pabrik Biofarmasi di China Bocor, Ribuan Orang Terinfeksi Bakteri


Sementara itu, gejala brucellosis bisa hilang selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan kemudian kembali/kambuh lagi. Beberapa orang mengalami brucellosis kronis dan mengalami gejala selama bertahun-tahun, bahkan setelah pengobatan. Tanda dan gejala jangka panjang bagi penderitanya yakni, kelelahan, demam berulang, radang sendi, radang jantung (endokarditis) dan spondilitis atau radang sendi yang memengaruhi tulang belakang dan persendian di sekitarnya.

Penularan

Tidak hanya menginfeksi hewan ternak, bakteri penyebab brucellosis ini juga memengaruhi hewan liar termasuk rusa, rusa besar, banteng, karibu, moose, dan unta. Diketahui, cara paling umum bakteri menyebar dari hewan ke manusia, antara lain:

Mengonsumsi produk susu mentah

Bakteri brucella dalam susu hewan yang terinfeksi dapat menyebar ke manusia dalam susu yang tidak dipasteurisasi, es krim, mentega, dan keju. Pasteurisasi adalah saat susu mentah dipanaskan dengan suhu tinggi dalam waktu singkat. Proses pemanasan ini menghancurkan bakteri berbahaya yang dapat membuat susu tidak aman dikonsumsi. Bakteri juga dapat ditularkan melalui daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi.

Menghirup udara yang terkontasminasi bakteri

Selain itu, cara penularan infeksi ini dapat melalui udara yang terkontasminasi bakteri. Sebab, bakteri brucella mampu menyebar dengan mudah di udara. Petani, pemburu, teknisi laboratorium dan pekerja rumah jagal dapat menghirup bakteri tersebut.

Menyentuh darah dan cairan tubuh hewan yang terinfeksi

Kemudian, bakteri brucella yang ada dalam darah, air mani, atau plasenta hewan yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah Anda melalui luka yang terbuka.
Sementara, orang yang melakukan kontak normal dengan hewan, seperti menyentuh, menyikat, atau bermain dengan hewan peliharaan tidak akan menyebabkan infeksi.
Dalam kasus tertentu, orang jarang terkena brucellosis dari hewan peliharaannya. Yang perlu diperhatikan, orang yang sistem imunnya lemah sebaiknya menghindari penanganan anjing yang diketahui mengidap penyakit tersebut. Brucellosis biasanya tidak menyebar dari orang ke orang, tetapi dalam beberapa kasus, wanita telah menularkan penyakit ini kepada anak-anak mereka saat lahir atau melalui ASI. Jarang, brucellosis dapat menyebar melalui aktivitas seksual atau melalui darah yang terkontaminasi atau transfusi sumsum tulang.

Pencegahan

Dilansir dari situs resmi Pusat Pengendalian dan Penanganan Penyakit Menular (CDC), beberapa tindakan yang dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri brucellosis pada manusia.

Menurut CDC, cara terbaik untuk mencegah infeksi brucellosis adalah dengan memastikan Anda tidak mengonsumsi daging mentah, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu, keju, dan es krim. Jika Anda tidak yakin bahwa produk susu telah dipasteurisasi, jangan memakannya.

Selanjutnya, bagi mereka yang menangani jaringan hewan, seperti pemburu dan penggembala hewan harus melindungi diri dengan menggunakan sarung tangan karet, kacamata, dan celemek.

Perlengkapan ini akan membantu memastikan bahwa bakteri dari hewan yang berpotensi terinfeksi tidak masuk ke mata atau di dalam luka atau lecet pada kulit.

Pengobatan

Sebelum pengobatan dimulai, diagnosis infeksi brucellosis harus dilakukan oleh dokter. Tes akan dilakukan untuk mencari bakteri dalam sampel darah, sumsum tulang, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, tes darah dapat dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang melawan bakteri.

Setelah diagnosis dibuat, dokter dapat meresepkan antibiotik. Adapun lamanya proses pengobatan ini bergantung pada waktu pengobatan dan tingkat keparahan penyakit, pemulihan dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kematian akibat brucellosis jarang terjadi, terjadi tidak lebih dari 2 persen dari semua kasus.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

Kepala Daerah Lalai Kelola Sampah, Pemerintah Pusat Bakal Tindak Tegas

4 February 2026 - 08:17 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Trending on Headline