Jakarta – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis temuan email yang mengungkap keterkaitan antara mantan eksekutif Microsoft, Steven Sinofsky, dengan Jeffrey Epstein.
Dokumen yang dipublikasikan Jumat lalu menunjukkan Sinofsky tidak hanya berkonsultasi dengan Epstein terkait pesangon pensiun senilai USD 14 juta saat keluar dari Microsoft pada 2012, tetapi juga membahas langkah karier selanjutnya di industri teknologi.

Sinofsky, yang saat itu menjabat sebagai kepala divisi Windows, meninggalkan Microsoft pada November 2012. Beberapa minggu setelah pengumuman kepergiannya, Epstein mengirim email kepada Sinofsky dan menyebut bahwa CEO Apple Tim Cook “antusias untuk bertemu”. Namun, Epstein juga menulis bahwa Cook mendengar kabar Sinofsky tengah berencana mendirikan perusahaan bersama seseorang bernama “farstall”.
Meski ejaannya tidak jelas, rujukan tersebut diduga mengarah ke Scott Forstall, mantan Wakil Presiden iOS Apple yang kepergiannya dari perusahaan diumumkan sebulan sebelumnya. Email-email Epstein sendiri dikenal sering berisi kesalahan ketik, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (4/2/2026).
Enam bulan setelah pesan awal tersebut, Sinofsky menulis dalam sebuah email bahwa ia memang bertemu langsung dengan Tim Cook. Dalam pertemuan itu, menurut Sinofsky, Cook mengatakan bahwa mereka “perlu berbicara lagi ketika saya ingin bekerja penuh waktu”.
Rangkaian komunikasi ini juga melibatkan pihak lain. Salah satu email menunjukkan korespondensi antara Epstein dan seseorang bernama Ian Osborne. Dalam pesan tersebut, Osborne menulis bahwa ia akan menelepon Epstein pada sore hari dan menyebut baru saja bersama Tim Cook pagi itu.
Alamat email Osborne disunting dalam dokumen, namun diduga merujuk pada Ian Osborne, investor asal Inggris yang dikenal sebagai penghubung kalangan miliarder sebelum mendirikan SPAC Social Capital Hedosophia bersama Chamath Palihapitiya pada 2017.
Laporan Financial Times tahun lalu juga mengungkap bahwa Osborne dan Epstein sempat bertukar email pada 2012 terkait upaya melobi tokoh politik dan perbankan. Tujuannya adalah mendorong “teman mereka”, Jes Staley, agar ditunjuk sebagai CEO Barclays.
Hingga kini, tidak ada indikasi bahwa Apple atau pihak-pihak terkait lainnya terlibat dalam tindakan ilegal. Namun, rilis email ini kembali menyoroti luasnya jaringan Epstein dan perannya sebagai perantara informal di kalangan elite bisnis dan teknologi pada periode tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (4/2/2026).
Sumber: detik.com














