Menu

Dark Mode
Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026 Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja Preorder Tecno Camon 50 Dibuka, Bonus Menggoda & Bocoran Spek Duel 50 Menit! Lele Raksasa Nyaris 3 Meter Ditaklukkan Hollywood Terancam Punah? AI China Bisa Buat Video Ultra Realistis Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak?

Headline

Mahasiswa Ipb Ciptakan Jaket ala James Bond

badge-check


					Mahasiswa Ipb Ciptakan Jaket ala James Bond Perbesar

image

Jika anda suka menonton film action james bond 007, pasti anda sering melihat peralatan canggih. Misal jam tangan yang bisa jadi pistol, jaket yang bisa jadi sayap untuk terbang.

Nah jaket gunung yang diciptakan mahasiswa ipb patut diacungi jempol. Karena jaket yang mereka ciptakan “bernama zaphanza” bisa berfungsi sebagai penghangat tubuh bagi pendaki gunung.

Bukan itu saja, jaket hasil inovasi mahasiswa IPB yakni M. Zahwan Jamaludin dari Teknik Mesin dan Biosistem, M. Ikhwan Hanif dari Teknik Mesin dan Biosistem, Venza Rhoma Saputra dari Manajemen Hutan, Reza Fahmi Hidayat dari jurusan Fisika, dan Panji Laksono dari jurusan Biologi ini memiliki fungsi lain.

Selain sebagai pelindung tubuh dari berbagai kondisi cuaca dengan bahan waterproof-nya, jaket ini dapat menjadi wadah penyimpanan tenda, jas hujan, sarung tangan, tempat peluit, senter, kompas, bekal makanan, peralatan makan, maupun kompor parafin, kotak P3K maupun termometer. Tak hanya itu, jaket ini dilengkapi striping yang dapat memantulkan cahaya dalam kondisi gelap.

Bagian kupluk yang dapat menutupi hingga ujung rambut pun dapat berfungsi sebagai alternatif pengganti sleeping bag.

Menurut Zahwan, ide pembuatan jaket ini berawal dari pengalamannya yang kerepotan mengepak sejumlah perlengkapan ketika akan mendaki gunung.

“Saya kepikiran, kenapa tidak jaket saja yang difungsikan jadi tempat tenda dan segala keperluannya,” ujar Zahwan.

Jaket ini, kata Zahwan dirancang sejak tahun 2013. Saat ini, sedang dalam proses pengakuan hak cipta. “Yang kami ajukan hak ciptanya adalah pada fungsi jaket dan desainnya,” kata Zahwan.

Menurut Zahwan, inovasi ini sempat diusulkan dalam program kreativitas mahasiswa karsa cipta dan mendapatkan dana penelitian senilai Rp 9,8 juta di tahun 2014. Setahun kemudian, inovasi yang sama juga diikutkan dalam program kreativitas dari Dikti dan mendapatkan dana penelitian senilai Rp 11 juta.

“Proses pembuatannya tidak mudah karena harus beberapa kali ganti model, warna dan desain. Tidak sekali jahit jadi,” kata Zahwan.

Meski demikian, keberhasilan Zahwan dan timnya mulai dilirik oleh pasaran. Sejumlah pesanan jaket mulai diterima Zahwan dan tim dari para pecinta alam. Tidak hanya di Bogor, tetapi sampai ke Jawa Timur. Dalam kondisi penuh, bobot jaket bisa mencapai 4 kilogram. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan – DMI Jakarta Selatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan Berbasis Keummatan

15 February 2026 - 20:13 WIB

Kadispen Kodaeral IV Batam Hadiri Rakornispen TNI 2026 di Cilangkap

13 February 2026 - 17:29 WIB

Denny Mulyadi: Pramuka Harus Jadi Agen Perubahan Positif

13 February 2026 - 11:32 WIB

Kwarcab Kota Bogor Ikuti Rakor dan Bintek Ayo Pramuka

12 February 2026 - 23:44 WIB

Sinergi TNI–Kementerian Percepat Pembangunan Huntara, Huntap dan Infrastruktur di Sumatera

12 February 2026 - 22:58 WIB

Trending on Headline