Menu

Dark Mode
JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

Headline

Mahasiswa Ipb Ciptakan Jaket ala James Bond

badge-check


					Mahasiswa Ipb Ciptakan Jaket ala James Bond Perbesar

image

Jika anda suka menonton film action james bond 007, pasti anda sering melihat peralatan canggih. Misal jam tangan yang bisa jadi pistol, jaket yang bisa jadi sayap untuk terbang.

Nah jaket gunung yang diciptakan mahasiswa ipb patut diacungi jempol. Karena jaket yang mereka ciptakan “bernama zaphanza” bisa berfungsi sebagai penghangat tubuh bagi pendaki gunung.

Bukan itu saja, jaket hasil inovasi mahasiswa IPB yakni M. Zahwan Jamaludin dari Teknik Mesin dan Biosistem, M. Ikhwan Hanif dari Teknik Mesin dan Biosistem, Venza Rhoma Saputra dari Manajemen Hutan, Reza Fahmi Hidayat dari jurusan Fisika, dan Panji Laksono dari jurusan Biologi ini memiliki fungsi lain.

Selain sebagai pelindung tubuh dari berbagai kondisi cuaca dengan bahan waterproof-nya, jaket ini dapat menjadi wadah penyimpanan tenda, jas hujan, sarung tangan, tempat peluit, senter, kompas, bekal makanan, peralatan makan, maupun kompor parafin, kotak P3K maupun termometer. Tak hanya itu, jaket ini dilengkapi striping yang dapat memantulkan cahaya dalam kondisi gelap.

Bagian kupluk yang dapat menutupi hingga ujung rambut pun dapat berfungsi sebagai alternatif pengganti sleeping bag.

Menurut Zahwan, ide pembuatan jaket ini berawal dari pengalamannya yang kerepotan mengepak sejumlah perlengkapan ketika akan mendaki gunung.

“Saya kepikiran, kenapa tidak jaket saja yang difungsikan jadi tempat tenda dan segala keperluannya,” ujar Zahwan.

Jaket ini, kata Zahwan dirancang sejak tahun 2013. Saat ini, sedang dalam proses pengakuan hak cipta. “Yang kami ajukan hak ciptanya adalah pada fungsi jaket dan desainnya,” kata Zahwan.

Menurut Zahwan, inovasi ini sempat diusulkan dalam program kreativitas mahasiswa karsa cipta dan mendapatkan dana penelitian senilai Rp 9,8 juta di tahun 2014. Setahun kemudian, inovasi yang sama juga diikutkan dalam program kreativitas dari Dikti dan mendapatkan dana penelitian senilai Rp 11 juta.

“Proses pembuatannya tidak mudah karena harus beberapa kali ganti model, warna dan desain. Tidak sekali jahit jadi,” kata Zahwan.

Meski demikian, keberhasilan Zahwan dan timnya mulai dilirik oleh pasaran. Sejumlah pesanan jaket mulai diterima Zahwan dan tim dari para pecinta alam. Tidak hanya di Bogor, tetapi sampai ke Jawa Timur. Dalam kondisi penuh, bobot jaket bisa mencapai 4 kilogram. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Ummat Islam Ikuti Maulid Nabi di Mesjid Agung

26 August 2026 - 13:33 WIB

Halte Air Alam, Upaya Pemkot Bogor Percantik Kota Tanpa APBD

23 August 2026 - 14:23 WIB

Trending on Kabar Bogor