Jakarta – Ternyata secara diam-diam, Strava telah mengajukan initial public offering (IPO) beberapa minggu terakhir. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Information, dan informasinya diperoleh dari beberapa sumber internal yang mengetahui langsung tentang hal itu.
Menurut laporan tersebut, penawaran perdana dari perusahaan yang berbasis di San Francisco ini dilakukan paling cepat pada musim semi 2026. Itu artinya, jika tidak ada hambatan, Strava akan resmi melantai di bursa saham antara bulan Maret – Juni 2026.

Kabarnya, aplikasi yang sering digunakan orang-orang ketika berolahraga ini, akan menggandeng Goldman Sachs. Perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika yang berkantor pusat di New York tersebut, akan menjadi underwrite atau penjamin emisi efek utamanya.
Sebenarnya kabar Strava akan IPO sudah santer pada tahun lalu. Jadi ini bukan lagi hal yang mengejutkan. Pada September 2025, mereka telah sibuk mencari bank investasi untuk menjadi penjamin emisi. Mereka mengundang sejumlah bank termasuk Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley.
Lalu akhir tahun lalu, CEO Strava, Michael Martin, juga pernah mengkonfirmasi kepada Financial Times bahwa perusahaannya akan go public suatu saat nanti. Meski pengajuan IPO resminya masih belum pasti, tapi sumber mengatakan kepada The Information bahwa perusahaan telah bertemu dengan calon investor. Kendati begitu, belum ada informasi lain yang terungkap terkait berapa dana yang ingin dikumpulkan, jadwal pencatatan saham, maupun simbol sahamnya di bursa.
Pada Mei 2025, valuasi perusahaan ini bernilai USD 2,2 miliar. Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Sequoia Capital, bersama dengan investor yang sudah ada seperti Jackson Square Ventures, TCV, dan Go4it Capital Partners.
Strava adalah platform kebugaran yang didirikan oleh Mark Gainey dan Michael Horvath. Penggunanya bisa merekam kegiatan olahraganya mulai dari berjalan, berlari, atau bersepeda dan membagikannya ke komunitas secara online.
Aplikasi ini memiliki fitur yang memungkinkan penggunanya untuk merekam rute, jarak, kecepatan, dan data lainnya yang terkait dengan aktivitas fisik mereka.
Strava terkenal karena interfacenya yang intuitif dan kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai perangkat GPS, seperti jam tangan pintar dan perangkat pelacak kebugaran. Aplikasi ini tersedia secara gratis, tetapi juga menawarkan versi berlangganan yang memberikan fitur tambahan seperti analisis lanjutan dan rencana latihan.
Sumber: detik.com














