Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Lifestyle

Krisis Bayi Korsel Makin Ngeri, Musk: Korut Bisa Menang Tanpa Perang

badge-check


					Foto: Getty Images/maroke Perbesar

Foto: Getty Images/maroke

Jakarta – Tingkat kelahiran Korea Selatan yang anjlok akan menyebabkan masalah kekurangan penduduk yang begitu parah sehingga Korea Utara bisa melenggang masuk tanpa perlu melakukan invasi. Demikian dikatakan CEO Tesla dan orang terkaya di dunia, Elon Musk.

Peringatan mengenai kekurangan penduduk Korsel ini muncul dalam episode podcast “Moonshots” baru-baru ini yang dipandu oleh Peter Diamandis. Keduanya mendiskusikan masa depan umat manusia, AI, dan pergeseran demografis.

Saat mengangkat isu keruntuhan populasi, Musk menyebut Korea Selatan sebagai contoh utama. “Korea Selatan itu seperti ya, sepertiga dari tingkat penggantian populasi. Gila, kan?” ujarnya.

Dikutip detikINET dari Korea Jooang Daily, dia memperingatkan jika tren saat ini berlanjut, populasi Korea bisa menyusut hingga hanya tinggal 3% dari jumlah saat ini dalam tiga generasi.

“Jadi dalam tiga generasi, jumlah mereka akan menjadi seperdua puluh tujuh. Jadi, 3 persen dari ukuran saat ini. Maksudku, Korea Utara tidak akan perlu menginvasi. Mereka bisa melenggang masuk begitu saja,” kata Musk.

Musk sudah beberapa kali menyinggung masa depan demografi Korea Selatan dan juga negara lain. Dalam wawancara Maret 2023 dengan Fox News, Musk juga menunjuk Korsel sebagai salah satu kasus tingkat kelahiran rendah paling ekstrem, dengan mengatakan bahwa negara tersebut dapat menyusut hingga 3 sampai 4 persen dari ukuran saat ini selama tiga generasi dan tidak ada yang akan bisa membalikkan tren ini.

Pada tahun 2022, ia menulis di X bahwa Korea Selatan, bersama dengan Hong Kong, mengalami keruntuhan populasi tercepat di dunia. Selama episode “Moonshots” tersebut, Musk juga menyinggung masyarakat yang menua.

“Popok dewasa itu nyata. Itu seperti salah satu tanda bahwa sebuah negara tidak berada di jalur yang benar. Yaitu ketika jumlah popok dewasa melebihi popok bayi,” katanya.

“Korea Selatan akan sampai di tahap itu,” timpal sang pembawa acara. “Tidak, mereka sudah melewati titik itu. Sudah bertahun-tahun yang lalu,” jawab Musk.

Sebagai catatan, tingkat kesuburan pengganti, yang umumnya dibutuhkan untuk mempertahankan populasi saat ini, adalah 2,1, sedangkan tingkat kesuburan total Korea Selatan (rata-rata jumlah anak yang diharapkan dimiliki seorang wanita sepanjang hidupnya) berada di angka 0,75 pada tahun 2024.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan

22 March 2026 - 10:47 WIB

Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika

22 March 2026 - 10:38 WIB

Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam

22 March 2026 - 10:34 WIB

Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series

20 March 2026 - 21:44 WIB

1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri

20 March 2026 - 21:39 WIB

Trending on Kabar Lifestyle