Menu

Dark Mode
ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa?

Kabar Bogor

Korban Bertambah, Keracunan Makanan di Cipaku Ditetapkan Sebagai KLB

badge-check


					Korban Bertambah, Keracunan Makanan di Cipaku Ditetapkan Sebagai KLB Perbesar

Terus bertambahnya jumlah korban keracunan makanan di RW 12 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, membuat peristiwa ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah saat meninjau pasien di Puskesmas Cipaku, Selasa (04/06/2024).

Menurut Sekda, saat ini sudah ada 93 orang warga yang mengalami gejala serupa dengan para korban sebelumnya.

“Ada penambahan 19 orang, sekarang total 93 orang. Mudah mudahan tidak bertambah lagi,” kata Sekda kepada wartawan.

Pasien yang diduga mengalami keracunan makanan lanjut Sekda, harus mendapatkan penanganan intensif. Ambulan dan petugas medis harus siaga, begitupun dengan obat-obatan.

“Ini sudah masuk status Kejadian Luar Biasa (KLB). Jika kasurnya kurang itu harus segera ditambah, begitupun dengan jumlah petugasnya,” tegas Syarifah.

Santap Makanan Haul, 71 Orang Keracunan 1 Meninggal Dunia

Paska meninggalnya 1 korban keracunan makanan, Sekda pun memerintahkan petugas medis agar melakukan tindakan cepat dan antisipasi. Salahsatunya dengan merujuk beberapa pasien  ke Rumah Sakit untuk dilakukan Elektrokardiogram (EKG).

“Kami tidak ingin kecolongan lagi dengan adanya pasien yang meninggal dunia. Jadi dilihat Elektrokardiogram (EKG) nya, kalau kondisinya sudah seperti itu ya dirujuk, tetapi kalau yang masih bisa ditangani puskesmas, ya ditangani puskesmas,” jelasnya.

Ditanya kronologis kejadian,  Syarifah mengatakan jika dari laporan dan data yang diterimanya, pihak yang menggelar haul tersebut menyediakan 85 nasi box.

“Jadi mereka itu bikin nasi box 85, kemudian sisanya dibuatkan rantang dan dibagikan kepada warga. Tetapi yang dihitung 93 sekarang ini. Jadi satu box itu dimakan bertiga oleh keluarganya, dan mereka kena juga. Informasi dari korban, mereka merasakan sakit diperut setelah memakan telur balado yang dirasa sudah asam atau basi.Bumbunya sudah mulai basi, rasanya sudah asam. Tapi untuk memastikan, kita menunggu hasil laboratorium,” ujarnya. Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

5 February 2026 - 13:17 WIB

Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian

4 February 2026 - 19:58 WIB

Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor

4 February 2026 - 19:38 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Trending on Headline