Menu

Dark Mode
Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026 YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

Kabar Lifestyle

Kok Bisa, Batu Altar Stonehenge Seberat 6 Ton Pindah 700 Km Lintas Inggris?

badge-check


					Foto: (English Heritage.org) Perbesar

Foto: (English Heritage.org)

Jakarta – Stonehenge ada di Inggris selatan, tapi Batu Altar pusatnya dipercaya berasal dari Skotlandia timur laut, sekitar 700 km jauhnya. Kok bisa sih, padahal saat itu belum ada Lalamove?

Pada tahun 2024, sebuah tim ilmuwan bumi menemukan bahwa Batu Altar Stonehenge tidak ditambang dari geologi lokal, maupun dari Perbukitan Preseli di Wales barat daya. Menurut analisis kimia mereka terhadap batuan tersebut, ada kemiripan yang mencolok dengan Batu Pasir Merah Tua dari Cekungan Orcadian di timur laut Skotlandia di ujung paling utara Kepulauan Inggris.

Tim tersebut mengeksplorasi kemungkinan batuan tersebut dipindahkan ke selatan melintasi Inggris oleh gletser. Namun, berdasarkan perhitungan mereka, hal ini tidak masuk akal. Mereka menemukan bahwa hampir semua gletser selama 1 juta tahun terakhir telah bergerak ke utara, arah yang berlawanan dengan pergerakan batuan tersebut.

Sekarang, tim lain dari Curtin University di Australia telah meneliti teka-teki ini. Dengan menggunakan penanggalan butiran mineral dan pemodelan lapisan es, mereka sepakat bahwa gletser bukanlah satu-satunya mekanisme untuk seluruh perjalanan batu tersebut.

Model mereka menunjukkan pergerakan gletser mungkin telah membantu memindahkan bebatuan dari Skotlandia ke Doggerland. Hal itu akan mempersingkat perjalanan sekitar 300 kilometer, tetapi masih menyisakan 400 kilometer yang belum terjelaskan. Nah, hanya manusia yang dapat menjelaskan sisanya, menurut tim peneliti.

“Pemodelan kami menunjukkan gletser mungkin telah mengangkut bebatuan sebagian jalan selama Zaman Es terakhir — berpotensi sejauh Dogger Bank di Laut Utara — tetapi tidak sampai ke Inggris selatan, yang berarti batu tersebut masih perlu dipindahkan ratusan kilometer oleh manusia,” ujar Anthony Clarke dari Curtin University dalam sebuah pernyataan.

“Alih-alih dibawa secara alami oleh es, bukti menunjukkan pergerakan yang disengaja dan direncanakan dengan cermat melintasi lanskap yang menantang dan beragam,” lanjutnya.

Yang membuat ini semakin luar biasa adalah tidak ada bukti adanya otoritas terpusat dan terorganisir di Inggris pada saat itu, apalagi peta dan mesin. Kemungkinan besar, ini merupakan operasi yang perlu dilakukan secara teliti dan bertahap. Sebagian besarnya berpotensi menggunakan sungai dan garis pantai untuk transportasi air, kendati demikian sebagian besar harus dilakukan melalui darat.

“Mengangkut batu sebesar ini dalam jarak yang begitu jauh membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan pemahaman mendalam tentang lanskap, belum lagi tekad yang luar biasa,” tutur Clarke.

“Ini menunjukkan bahwa batu tersebut kemungkinan dipindahkan secara bertahap, berpotensi menggabungkan pengangkutan darat dengan transportasi sungai atau pantai jika memungkinkan,” imbuhnya.

Studi baru ini dipublikasikan di Journal of Quaternary Science. Demikian dirangkum detikINET dari IFLScience.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle