Menu

Dark Mode
Kwarcab Kota Bogor Ikuti Rakor dan Bintek Ayo Pramuka Sinergi TNI–Kementerian Percepat Pembangunan Huntara, Huntap dan Infrastruktur di Sumatera Sambut Ramadan 2026, Maxim Umumkan Siapkan Bonus Hari Raya Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor

Kabar Bogor

Kode Etik dan Buku Saku, Lindungi Wartawan Saat Bertugas

badge-check


					Kode Etik dan Buku Saku, Lindungi Wartawan Saat Bertugas Perbesar

Roadshow yang dilakukan Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat beserta jajaran ke sekretariat PWI Kota Bogor pada Rabu (14/8/2019), jadi ajang silaturahmi sekaligus mengingatkan anggota PWi pentingnya berkarya dengan tetap mengacu pada kode etik jurnalistik. Bahkan Ketua PWI Jawa Barat mengingatkan bahwa selain kode etik jurnalistik, wartawan anggota PWI harus memahami buku saku wartawan selama bertugas.

“Buku ini merupakan buku panduan yang bagus sebagai pedoman wartawan agar lebih profesional sesuai dengan hukum-hukum pers di Indonesia. Buku ini juga memberikan semacam benteng serta perlindungan terhadap profesi wartawan agar terhindar dari delik-delik yang tidak perlu,” ujarnya.

Menurutnya, profesi wartawan sekarang ini memang memiliki tantangan yang berat, apalagi dengan lahirnya Undang Undang lain yang sebetulnya bersinggungan dengan profesi wartawan, seperti UU ITE, Peradilan Anak dan sebagainya. Jika wartawan tidak hati hati dan tidak profesional sesuai aturan, maka rawan terkena aduan atau delik pers.

“Nah, bagi yang sudah menjadi wartawan yang masuk kategori dari dewan pers, itu tentu kalau ada karya jurnalistik kita yang di delik aduan atau delik pers bisa pakai hukum pers dari dewan pers. Tetapi jika belum memenuhi syarat dewan pers, profesi kita itu rawan dituntut oleh Undang Undang yang lain. Misal upload di media sosial, bisa terkena UU ITE kalau memang kategori orang itu sebagai profesi wartawan tidak terpenuhi persyaratan dari dewan pers,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi ke daerah kepada rekan rekan wartawan agar mereka membaca berbagai aturan yang sudah dikeluarkan oleh dewan pers. Salah satunya, buku saku wartawan dari dewan pers.

“Peraturan dewan pers itu banyak. Kita tadi berikan buku saku agar dibagikan untuk dipelajari kemudian disosialisasikan kepada rekan-rekan sebagai payung terhadap profesi kita dalam bekerja,” jelas Hilman.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, bahwa tahun ini PWI Pusat telah menggulirkan program teranyar yaitu PWI Peduli untuk diimplementasikan di daerah dengan membentuk tim khusus yang fokus terhadap kejadian bencana alam.

“Jadi PWI Peduli digulirkan tahun ini oleh PWI Pusat dan mulai menggelinding ke daerah daerah. PWI Peduli ini semacam kepedulian kita kepada lingkungan sekitar. Misalnya, terjadi bencana alam di Indonesia, gunung meletus, tsunami dan lainnya, PWI ikut terlibat di sana secara aktif. Jadi dengan adanya PWI Peduli kita punya tim khusus yang dibentuk di daerah terutama difokuskan pada daerah rawan bencana,” tukasnya.

red/rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan

12 February 2026 - 22:12 WIB

Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe

12 February 2026 - 22:05 WIB

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Trending on Kabar Bogor