Menu

Dark Mode
Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

Kabar Lifestyle

Kisah Danau yang Tiap Malam ‘Disapa’ Kilatan Petir dan Gemuruh Guntur

badge-check


					Kisah Danau yang Tiap Malam 'Disapa' Kilatan Petir dan Gemuruh Guntur. Ilustrasi badai petir. (Foto: Pixabay/tpsdave)
Perbesar

Kisah Danau yang Tiap Malam 'Disapa' Kilatan Petir dan Gemuruh Guntur. Ilustrasi badai petir. (Foto: Pixabay/tpsdave)

Jika kamu mengira badai petir adalah fenomena alam yang datang sesekali, kamu belum pernah mengunjungi sudut barat laut Venezuela.

Seperti dikutip Travel and Leisure, di wilayah terpencil ini, kilatan petir dan gemuruh guntur terjadi hampir setiap malam dalam setahun dengan intensitas yang sangat padat.

Fenomena meteorologi yang menakjubkan ini dikenal sebagai Relámpago del Catatumbo atau Petir Catatumbo. Nama “Catatumbo” sendiri diambil dari bahasa suku asli Barí yang memiliki arti harfiah “Rumah Guntur”.

Beberapa ahli memperkirakan badai ini terjadi sekitar 140 hingga 160 malam setahun. Namun, data satelit NASA menunjukkan angka yang jauh lebih mencengangkan: badai ini bisa terjadi hingga 300 malam dalam setahun.

Beberapa fakta ekstrem dari Petir Catatumbo di antaranya, badai yang biasanya dimulai saat matahari terbenam (antara pukul 19.00 hingga 05.00 pagi) dan berlangsung selama 7 hingga 10 jam.

Selain itu, petir menyambar antara 16 hingga 40 kali per menit. NASA mencatat wilayah ini memiliki kepadatan petir tertinggi di dunia, dengan sekitar 250 sambaran petir per kilometer persegi setiap tahunnya.

Karena konsistensinya yang luar biasa, terjadi pada waktu dan lokasi yang sama, para ahli meteorologi bahkan mampu memprediksi kemunculan badai ini hingga tiga bulan sebelumnya.

Fenomena langka ini terjadi tepat di titik di mana Sungai Catatumbo mengalir ke Danau Maracaibo. Lokasi ini berada sedikit di utara garis khatulistiwa dengan suhu rata-rata mencapai 32 derajat Celsius sepanjang tahun.

Secara ilmiah, rahasia di balik pasokan petir yang tak pernah habis ini adalah topografi unik. Yang pertama, massa udara yang panas, berangin, dan sangat lembap dari Karibia berembus ke daratan.

Selanjutnya, udara lembap ini kemudian terperangkap di cekungan karena dikelilingi oleh tiga rangkaian pegunungan raksasa: Andes, Serranía del Perijá, dan Mérida Cordillera.

Gunung-gunung ini sendiri bertindak sebagai dinding yang memaksa udara hangat naik dengan cepat, bertemu dengan udara dingin dari gunung, dan menciptakan muatan listrik masif yang memicu badai petir abadi.

Aktivitas petir ini mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Petir Catatumbo paling aktif selama musim hujan, yaitu dari Juli hingga November, dengan puncaknya pada bulan September dan Oktober. Sebaliknya, badai akan sedikit mereda pada bulan-bulan kering seperti Januari dan Februari.

Pemukiman manusia terdekat dari pusat badai adalah Ologa, sebuah desa nelayan terpencil dengan rumah-rumah panggung di tepi Danau Maracaibo.

Sementara di seberang danau, terdapat kota Maracaibo yang memanfaatkan kilatan petir ini sebagai “mercusuar alami” selama berabad-abad karena cahayanya bisa terlihat dari jarak ratusan mil.

Selain menjadi magnet bagi para pemburu badai atau storm chasers dan ilmuwan, kawasan lahan basah di sekitar danau juga menjadi surga keanekaragaman hayati.

Wilayah ini dihuni oleh lumba-lumba sungai, monyet melolong, anaconda, hingga kapibara, menjadikannya destinasi impian bagi para fotografer satwa liar yang ingin menguji nyali di bawah langit yang terus menyala.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle