Menu ✖

Dark Mode
Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

Headline

Ketum PWI: Persatuan Adalah Kunci Kebangkitan Organisasi

badge-check


					Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi dikukuhkan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dan disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Humas PWI Pusat) Perbesar

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi dikukuhkan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dan disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Humas PWI Pusat)

Surakarta – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi dikukuhkan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dan disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Gedung Monumen Pers Indonesia, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025).

Akhmad Munir yang juga merupakan Direktur Utama LKBN Antara menegaskan, persatuan adalah kunci kebangkitan organisasi PWI. Ia mengingatkan bagaimana kondisi PWI berada di titik nadir sampai tercapainya persatuan melalui kongres di Cikarang 30 Agustus 2025 lalu.

“Tanpa persatuan, organisasi PWI lumpuh. Dengan persatuan, PWI kini bisa kembali berperan menjaga martabat pers Indonesia,” ujarnya.

Munir juga menekankan bahwa PWI merupakan organisasi yang mengemban misi terwujudnya kehidupan pers yang merdeka, profesional, bermartabat, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.

“Keberadaan saudara-saudara sekalian dalam kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia melalui proses yang selektif dan dipercaya mampu mengemban misi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Menkomdigi Meutya Hafid menekankan, pengukuhan ini ibarat cahaya kebenaran.

“Pengukuhan ini menegaskan kembali arti penting pers bagi cahaya kebenaran dan persatuan bangsa,” ungkap Meutya.

Meutya yang pernah menjadi jurnalis televisi itu menceritakan bagaimana dirinya didatangi para senior wartawan untuk mendukung penyatuan PWI yang sedang terjadi dualisme.

“Waktu itu saya baru dilantik menteri, kedatangan senior-senior pers. Karena saya dulunya wartawan, kalau kedatangan senior agak ndredek-ndredeknya, membicarakan mengenai bagaimana menyatukan PWI,” jelas Meutya.

Dari diskusi tersebut, lanjutnya, pemerintah mengambil sikap untuk menghormati independensi pers Indonesia dengan tidak terlibat dalam proses penyatuan.

“Lalu kemudian pemerintah menjaga betul sejauh mana kita tidak terlibat dalam penyatuan ini. Pemerintah memposisikan diri untuk tidak sedikit pun melakukan intervensi,” tegasnya.

Menurut Meutya, lahirnya PWI Persatuan merupakan langkah penting untuk memperkuat peran pers dalam menjaga keadaban bangsa.

“Pemerintah berdiri bersama pers yang independen, profesional, dan bersatu. Dengan pers yang kuat, demokrasi Indonesia akan semakin kokoh,” ujarnya.

Acara pengukuhan di Monumen Pers Nasional yang sarat nilai sejarah itu dihadiri para Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, Karobinopsnal Baharkam Polri Brigjen Pol. Erwin Kurniawan, Wakapolda Jateng Kombes Pol Latif Usman, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Surakarta. Rizki Mauludi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun Edukasi 60 Karyawan Jakarta Golf Club, Kenalkan Lima Program Perlindungan dan MLT Perumahan

26 October 2026 - 13:48 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia di Konferensi Ekraf Dunia Melalui Pertunjukan Teatrikal

24 October 2026 - 13:17 WIB

KKP Targetkan 5000 Kampung Nelayan se-Indonesia

22 October 2026 - 18:59 WIB

Kena Proyek Tol Jogja-Solo Hingga 3.800 Meter, UPNV Jogja Ungkap Nasib Bangunan dan Alasan Patung Perjuangan dipindah

22 October 2026 - 18:56 WIB

Atasi Krisis Ekonomi : Sosiolog UGM Minta Pemda Beri Ruang ke Pemuda Bangun Desa

22 October 2026 - 18:34 WIB

Trending on Headline