Bima Jadi Pembicara di USA 

Wali Kota Bogor Bima Arya direncanakan akan ambil bagian pada Smart Cities Week Silicon Valley pada tanggal 8-10 Mei 2017 di Kota Santa Clara, San Fransisco, Amerika Serikat. Bima hadir memenuhi undangan Jesse Berst, Chairman Smart Cities Council.

Selain itu, Bima pun hadir bersama delegasi APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) seperti Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, dan Wali Kota Binjai, HM. Idaham.

Menurut Bima, ada dua hal penting tentang kehadirannya di forum Smart Cities Week Silicon Valley ini.  “Ini adalah bagian penting untuk belajar dan mengupgrade pengetahuan dan kemampuan kita yang ada di kota Bogor untuk menguatkan salah satu identitas kota sebagai kota cerdas,” ujarnya.

Sebagai tempat dimana begitu banyak lahir penemuan teknologi, Silicon Valley, kata Bima, adalah tempat belajar terbaik bagi kota Bogor tentang pengembangan kota cerdas.

Menurut Bima, pengembangan kota cerdas yang selama ini terus dikembangkan di kota Bogor bukan soal gengsi. “Ini adalah bagian penting untuk terus mempermudah layanan kepada warga. Seperti penerimaan siswa baru melalui PPDB Online, perizinan online, pengaduan online, sampai pembayaran pajak secara online. Semuanya bermuara pada satu hal, kemudahan akses warga terhadap layanan yang dimiliki pemerintah kota Bogor,” katanya.

Bima sendiri direncanakan akan menjadi salah satu pembicara pada panel session bersama Prof. Suhono H. Supangkat, guru besar ITB. Keduanya akan berbagi pengalaman tentang pengembangan smart city di Indonesia, termasuk Bogor.

Sesi panel diskusi akan berlangsung pada hari Selasa (09/05) di Exhibit Hall Convention Center Santa Clara, setelah rangkaian pembukaan konferensi pada Senin, (08/05).

Pada rabu (10/05), serangkaian diskusi panel tentang pengembangan smart city akan diikuti Bima yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor, Firdaus dan Kepala Bagian Kerjasama Setdakot Bogor, Dinar Dahlia Nalan.

Hal ke dua, kata Bima, keikutsertaan Bogor pada forum ini menjadi strategis karena Bogor baru saja terpilih menjadi satu dari 25 kota/ kabupaten se-Indonesia yang menjadi prioritas pengembangan program kota cerdas di tahun 2018 dari Kementrian Komunikasi dan Informatika.

“Salah satu indikator yg membuat kota Bogor terpilih menurut Kementrian Kominfo adalah faktor kelembagaan, infrastruktur dan SDM yang memadai,” ucap Bima.

Peresmian daerah yang akan menjadi prioritas pengembangan kota cerdas Kominfo akan ditandai melalui penandatanganan MoU pada 22 Mei di Makasar oleh Menkominfo dan kepala daerah yang terpilih.

sumber kotabogor.go.id

print

You may also like...