Menu ✖

Dark Mode
Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro  Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah

Kabar Lifestyle

Kerbau Albino ‘Donald Trump’ Batal Jadi Hewan Kurban Usai Viral

badge-check


					Kerbau Albino 'Donald Trump' Batal Jadi Hewan Kurban Usai Viral (Foto: Polymarket) Perbesar

Kerbau Albino 'Donald Trump' Batal Jadi Hewan Kurban Usai Viral (Foto: Polymarket)

Nasib seekor kerbau albino langka di Bangladesh berubah drastis hanya dalam hitungan hari. Hewan yang dijuluki “Donald Trump” karena memiliki jambul pirang mencolok itu batal disembelih untuk kurban Idul Adha setelah mendadak viral di media sosial.

Kerbau jantan berbobot sekitar 700 kilogram tersebut berasal dari sebuah peternakan di Narayanganj, wilayah yang berada tidak jauh dari ibu kota Bangladesh, Dhaka. Julukan “Donald Trump” diberikan oleh adik sang pemilik, Zia Uddin Mridha, karena rambut pirang panjang di kepalanya dianggap mirip gaya rambut khas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam beberapa hari menjelang Idul Adha, foto dan video kerbau unik itu menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan X. Banyak warganet terhibur dengan penampilannya yang tidak biasa dan ramai membandingkannya dengan Trump.

Popularitasnya pun melonjak hingga menjadi perbincangan nasional di Bangladesh. Media internasional juga ikut menyoroti fenomena tersebut. Bangladesh

Padahal, sebelum viral, kerbau albino itu telah dijual kepada pembeli untuk dijadikan hewan kurban dalam perayaan Idul Adha. Namun, gelombang perhatian publik yang terus membesar membuat pemerintah turun tangan.

Dilansir Reuters, Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, memerintahkan agar kerbau tersebut dibebaskan dari penyembelihan. Pemerintah juga memastikan uang pembeli dikembalikan dan hewan itu dipindahkan ke Dhaka National Zoo demi keselamatan dan kesejahteraannya.

Keputusan tersebut diambil bukan hanya karena kerbau itu menjadi sensasi internet, tetapi juga karena muncul kekhawatiran soal keamanan. Banyak warga yang ingin melihat langsung hewan langka tersebut setelah videonya viral.

Kini, kerbau “Donald Trump” menempati kandang khusus di kebun binatang nasional dan menjadi salah satu daya tarik baru bagi pengunjung.

Sang pemilik, Zia Uddin Mridha, mengaku senang dengan akhir cerita tersebut. Menurutnya, kerbau itu memiliki sifat yang tenang dan ramah sehingga cocok menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin melihat hewan langka dari dekat.

Kerbau albino tergolong sangat jarang ditemukan di Asia Selatan. Kondisi albino terjadi akibat kurangnya melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Karena kelangkaannya, banyak pihak menilai keberadaan kerbau tersebut lebih bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai keanekaragaman genetik dan konservasi satwa.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya

28 October 2026 - 12:47 WIB

Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara

28 October 2026 - 12:42 WIB

BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

28 October 2026 - 12:32 WIB

Anggaran Film Elden Ring Melonjak, Kini Hampir Mencapai Rp 3,6 Triliun

28 October 2026 - 12:29 WIB

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

28 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle