Menu

Dark Mode
Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026 YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

Kabar Lifestyle

Kenapa Luar Angkasa Gelap Padahal Ada Sinar Matahari?

badge-check


					Kegelapan luar angkasa saat pendaratan di Bulan. (Foto: NASA) Perbesar

Kegelapan luar angkasa saat pendaratan di Bulan. (Foto: NASA)

Kenapa luar angkasa gelap, padahal ada Matahari? Menatap langit malam dengan mata kepala sendiri atau foto alam semesta secara online, kita akan melihat hal yang sama, yakni ruang angkasa sangat gelap, diselingi bintang terang atau planet. Kenapa warnanya hitam?

Mengapa luar angkasa tidak berwarna, seperti langit biru siang hari di Bumi? Jika Alam Semesta dipenuhi Matahari dan miliaran bintang, mengapa langit malam tidak bersinar dengan cahaya bintang?

Ini adalah pertanyaan klasik yang oleh astronom disebut paradoks Olbers, diambil dari nama astronom Jerman Heinrich Olbers. Ia mencoba menjawab pertanyaan “mengapa luar angkasa selalu gelap” dengan asumsi bahwa ruang antarbintang sebagian diisi dengan materi yang menyerap cahaya, misalnya awan debu antarbintang.

Tetapi hukum pertama termodinamika meragukan hipotesis ini, karena materi antarbintang yang menyerap cahaya, pasti akan memanas dan mulai memancarkan cahaya itu sendiri.

Paradoks Olbers akhirnya terpecahkan abad ke-20. Ternyata Alam Semesta terus mengembang dan cahaya yang terlihat dari galaksi, saat menjauh, masuk ke dalam jangkauan inframerah, ultraviolet, dan gelombang radio, yang tidak terlihat oleh mata manusia. Kecuali kita bisa melihat gelombang mikro, maka seluruh ruang angkasa akan bersinar.

Pertanyaan lain tentunya adalah, jika ruang angkasa gelap, kenapa Bumi bisa terang? Dikutip dari detikINET, fenomena ini dapat dijelaskan dengan adanya atmosfer. Ruang angkasa hampir seperti ruang hampa, hanya ada sejumlah kecil gas dan debu kosmik di volume tertentu, tetapi tidak ada atmosfer. Dan cahaya perlu memantul dari sesuatu.

Cahaya akan bergerak lurus hingga mengenai suatu benda. Begitu cahaya mengenai dan memantulkan suatu objek, atmosfer-lah yang memberikan “hamburan” dalam spektrum yang terlihat oleh mata manusia.

Karena Bumi berputar pada porosnya, kegelapan menguasai sisi di mana cahaya Matahari tidak jatuh dan kita menyebut periode ini sebagai malam. Pada siang hari, atom, molekul, dan debu atmosfer berinteraksi dengan foton, menyebabkannya berhamburan.

Di Bumi, sebagian besar atmosfer menyebarkan cahaya biru, karena cahaya biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek di ujung spektrum tampak dan lebih tersebar di atmosfer dibandingkan cahaya merah. Oleh karena itu, langit siang hari di Bumi tampak berwarna biru.

Di Mars, atmosfernya lebih tipis, sekitar 100 kali lebih tipis dari Bumi, namun masih cukup membuat langit tampak biru keabu-abuan di siang hari. Saat angin Mars yang sering bertiup menimbulkan awan debu dari permukaan, langit Mars menjadi lebih tipis, menjadi warna kemerahan.

Namun jika kita berada di planet atau satelit yang tidak memiliki atmosfer atau atmosfer yang sangat tipis (seperti di Bulan atau Merkurius), langit terlihat hitam pada siang dan malam hari.

Jika kita melihat foto-foto yang diambil oleh pesawat luar angkasa Apollo di Bulan, tampak bahwa langit di sana berwarna hitam, bahkan dengan sinar matahari yang cerah.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle