Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Dunia

Kalkulator Umur Ini Bisa Prediksi Usia Kematianmu, Benarkah?

badge-check


					Kalkulator Umur Ini Bisa Prediksi Usia Kematianmu, Benarkah? Perbesar

Waktu kematian merupakan misteri takdir yang tidak diketahui seorang pun di dunia ini. Kita mungkin mengira tes prediksi kematian hanya terdapat di film saja.

Namun belakangan sebuah penelitian yang dilakukan University of East Anglia berhasil memecahkan pertanyaan misterius itu.

Para ilmuwan berhasil menciptakan sebuah kalkulator umur bernama Mylongevity, dimana tes ini akan menunjukkan kapan kematian seseorang akan datang.

Secara ilmiah, hasil tes akan disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti faktor kesehatan dan gaya hidup terhadap harapan hidup seseorang.

 “ Orang-orang merasa penasaran dengan tingkat harapan hidup mereka,” ujar Profesor Elena Kulinskaya, sang pengembang aplikasi tes.


Baca juga:Horee, Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi Ditunda


Meski bisa memprediksi harapan hidup seseorang, tes yang dibuat oleh University of East Anglia bukanlah sebuah ramalan. Mereka melakukan prediksi akurat dengan perhitungan ilmiah.

“ Dengan mengetahui tingkat harapan hidup, seseorang bisa mempertimbangkan banyak hal untuk rencana jangka Panjang mereka. Ini juga sangat penting jika kita ingin merencanakan tujuan keuangan dan strategi pensiun nantinya,”jelas Elena.

Selain itu, prediksi ini akan membantu meningkatkan harapan hidup dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat.

Untuk melakukan tes, kita hanya perlu memasukkan data-data umum, seperti: nama, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan apakah merokok atau tidak.

Nantinya, tes ini akan menyimpulkan berapa lama kemungkinan seseorang akan hidup berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional.

“ Perangkat lunak yang kami kembangkan pada penelitian ini didasarkan pada catatan kesehatan online. Baru-baru ini kami menganalisa tingkat harapan hidup 110.000 orang yang memiliki catatan kesehatan yang baik. Rata-rata mereka adalah orang yang mencapai usia 60 antara tahun 1990-2000,”jelas Elena.

Hasil tes yang nantinya muncul juga akan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang. Misalnya, riwayat penyakit hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, risiko serangan jantung dalam 10 tahun, status merokok, dan lainnya.

Karena tes ini dikembangkan sebelum pandemi covid-19 menyebar di seluruh dunia, peneliti juga khawatir tes ini akan merubah tingkat harapan hidup sebagian orang.

” Kami masih berusaha mengembangkan tes ini untuk disesuaikan dengan kondisi pandemi,” tambahnya.

Para peneliti berharap bahwa tes ini akan membantu dokter mengarahkan pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup demi meningkatkan harapan hidup mereka.

Tertarik mencoba? Berikut linknya https://mylongevity.org/calculator

Sumber Mirror

Foto: Shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia