Menu ✖

Dark Mode
Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

Kabar Lifestyle

Ilmuwan Temukan ‘Samudra Raksasa’ Tak Terlihat di Bawah Laut Atlantik

badge-check


					Ilustrasi samudra. Foto: Getty Images Perbesar

Ilustrasi samudra. Foto: Getty Images

Jakarta – Penelitian terbaru mengungkap keberadaan massa air besar tak terlihat yang tersembunyi di bawah permukaan laut Atlantik dekat garis khatulistiwa. Massa air ini dikenal dengan nama Atlantic Equatorial Water (AEW).

Dikutip dari The Daily Galaxy, AEW baru teridentifikasi setelah para peneliti menelaah kembali data lama yang dikumpulkan selama lebih dari dua dekade terakhir oleh program Argo, jaringan pelampung robotik global yang mengumpulkan informasi suhu dan salinitas air laut sejak akhir 1990-an.

Selama bertahun-tahun ilmuwan berspekulasi tentang struktur air di kedalaman laut, namun AEW tetap tidak terdeteksi sampai data Argo dianalisis dengan metode baru. Pelampung Argo menyelam hingga kedalaman sekitar 2.000 meter dan memberikan informasi rinci yang akhirnya memungkinkan para peneliti memetakan karakteristik suhu dan kadar garam di berbagai lapisan laut Atlantik.

Penemuan ini menunjukkan bahwa AEW merupakan massa air yang berbeda secara halus dari lapisan air di sekitarnya pada thermocline laut Atlantik, yaitu wilayah peralihan antara air hangat di permukaan dan air lebih dingin di kedalaman yang lebih besar.

Massa air ini berperan sebagai penyimpan panas, garam, dan gas terlarut sehingga berkontribusi penting dalam pergerakan energi di lautan serta berdampak pada pola iklim global dan pertukaran gas antar-lapisan laut.

“Membedakan Atlantic Equatorial Water dari South Atlantic Central Water adalah tantangan karena kemiripan sifatnya, dan untuk membedakannya diperlukan jaringan profil suhu dan salinitas yang cukup padat yang mencakup seluruh Samudra Atlantik,” kata Viktor Zhurbas, fisikawan dan ahli oseanologi di Shirshov Institute of Oceanology di Moskow, Rusia.

Ia menjelaskan betapa rumitnya proses identifikasi massa air yang tersembunyi ini sampai akhirnya berhasil dipetakan melalui data Argo yang komprehensif.

Penemuan ini penting karena penelitian AEW menutup bab yang sebelumnya menjadi teka-teki bagi oseanografer dan membantu melengkapi pola fenomenologis massa air utama di Samudra dunia, sehingga Atlantik kini dapat dibandingkan secara struktural dengan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Massa air seperti AEW tidak hanya diam statis tetapi berperan dalam pertukaran energi dan komponen kimia laut yang memengaruhi dinamika iklim, distribusi panas, serta proses penyerapan karbon oleh laut.

Meskipun penemuan ini tidak langsung terlihat oleh mata karena berada di kedalaman laut, keberadaan AEW menegaskan bahwa masih banyak struktur penting yang tersembunyi di bawah permukaan laut kita dan memerlukan analisis data jangka panjang serta teknologi pengamatan laut untuk benar-benar dipahami.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam

5 November 2026 - 22:10 WIB

Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

5 November 2026 - 22:07 WIB

Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam

5 November 2026 - 22:04 WIB

Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

5 November 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

5 November 2026 - 21:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle