Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Lifestyle

Ilmuwan Sebut Bulan Terus Menyusut dan Bisa Picu Gempa Baru

badge-check


					Ilmuwan Sebut Bulan Terus Menyusut dan Bisa Picu Gempa Baru (Foto: AP/Petros Karadjias) Perbesar

Ilmuwan Sebut Bulan Terus Menyusut dan Bisa Picu Gempa Baru (Foto: AP/Petros Karadjias)

Bulan ternyata masih mengalami pengecilan dan aktivitas tektonik, meskipun telah berusia miliaran tahun. Temuan terbaru para peneliti menunjukkan bahwa permukaan Bulan terus bergerak dan membentuk retakan baru yang bisa menjadi sumber potensi Moonquake atau gempa Bulan.
Studi yang dipublikasikan di The Planetary Science Journal ini menyajikan peta global pertama dari fitur geologis kecil di permukaan dataran gelap Bulan yang dikenal sebagai small mare ridges (SMR). Fitur-fitur ini merupakan bukti geologi terbaru yang menunjukkan bahwa Bulan terus mengalami perubahan struktural akibat pengecilan dan kontraksi permukaannya.

edanya dengan tektonik Bumi, Bulan tidak memiliki lempeng tektonik, sehingga bukan menjadi tempat lempeng saling bergerak. Permukaan Bulan tersusun dari kerak tunggal yang terus mendingin dan menyusut seiring waktu, menghasilkan gaya kompresi dari dalam yang menciptakan bentukan geologi khas seperti lobate scarps (tebing melengkung) dan sekarang juga SMR.

“Sejak era Apollo, kita tahu tentang banyaknya lobate scarp di dataran tinggi Bulan, tetapi ini pertama kalinya para ilmuwan mendokumentasikan prevalensi fitur serupa di Dataran Maria Bulan (Lunar Maria) secara luas,” ujar Cole Nypaver, geolog pascadoktoral di Center for Earth and Planetary Studies dan penulis utama makalah ini, dikutip dari Science Daily, Minggu (22/2/2026).

“Pekerjaan ini memberi kita perspektif global lengkap tentang tektonik terbaru di Bulan, yang membantu pemahaman lebih mendalam mengenai interior, sejarah termal dan seismik Bulan, serta potensi gempa Bulan di masa depan,” tambahnya.

Tim peneliti menemukan lebih dari 1.100 segmen SMR yang sebelumnya belum dikenali, menjadikan total lebih dari 2.600 SMR yang tersebar di sisi Bulan yang terlihat dari Bumi. Analisis menunjukkan bahwa fitur-fitur ini memiliki usia rata-rata sekitar 124 juta tahun, hampir sebanding dengan fitur lobate scarp yang diperkirakan berusia sekitar 105 juta tahun. Hal ini memperkuat bahwa SMR merupakan salah satu struktur geologi termuda di Bulan.

Selain memberikan wawasan baru mengenai evolusi tektonik Bulan, penemuan ini juga memiliki implikasi penting bagi eksplorasi luar angkasa masa depan. Karena gaya yang sama yang membentuk SMR, yaitu kompresi kerak, juga dikaitkan dengan gempa Bulan, pemetaan wilayah ini membantu para ilmuwan dan perencana misi mempertimbangkan lokasi yang lebih aman bagi astronot dan perangkat pendaratan.

“Kami berada di masa yang sangat menarik bagi ilmu dan eksplorasi Bulan. Program eksplorasi Bulan mendatang seperti Artemis akan memberi banyak informasi baru tentang Bulan kita,” kata Nypaver.

Ia menambahkan, pemahaman yang lebih baik tentang tektonik dan aktivitas seismik Bulan akan langsung memberi manfaat bagi keselamatan dan keberhasilan ilmiah misi-misi tersebut.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

23 August 2026 - 23:35 WIB

Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global

23 August 2026 - 23:25 WIB

Trending on Kabar Lifestyle