Menu ✖

Dark Mode
Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

Kabar Bogor

Ikhtiar Kendalikan Laju Covid, Pemkot Bogor Luncurkan 4 Jurus

badge-check


					Ikhtiar Kendalikan Laju Covid, Pemkot Bogor Luncurkan 4 Jurus Perbesar

Laju kasus covid 19 di Indonesia termasuk di Kota Bogor terus meningkat  tiap harinya. Meski peningkatan angkanya tak secepat seperti di wilayah lain, namun jika tak segera diantisipasi bisa sangat berbahaya bagi Kota Bogor.  Tak salah jika Wali Kota Bogor Bima Arya pernah menyebut  situasi covid di Kota Bogor genting.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Bogor dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menekan angka kasus covid. Kemarin, Rabu (23/6/2021) Pemkot Bogor menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Pendopo VI, Baranangsiang Indah.

Rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya ini membahas langkah-langkah penanganan Covid-19. Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini mencapai 230 pasien dan menjadi angka tertinggi selama Pandemi Covid-19. Sebelumnya di Februari, angkanya hanya mencapai 187.

Menurut Bima yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, dari 230 kasus covid di Kota Bogor, 155 diantaranya merupakan kluster keluarga dan sisanya kluster perjalanan luar kota. Kluster keluarga ini sebagian besar terpapar dari tempat kerja.

Situasi makin mengkhawatirkan setelah melihat keterisian tempat tidur di rumah sakit di angka 78 persen. Meski belum mencapai 100 persen, realitanya susah sekali mencari tempat tidur di rumah sakit Kota Bogor. Ini yang berbahaya, jika Pemkot Bogor tak bergerak cepat mengambil langkah darurat.

Pemkot Bogor pun mengeluarkan 4 kebijakan sebagai salah satu ikhtiar menahan laju covid di Kota Bogor. Langkah pertama yang dilakukan yakni meminta semua rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi minimal 30 persen.

Penambahan pusat isolasi menjadi langkah kedua Pemkot Bogor, setelah sebelumnya Pemkot telah memiliki pusat isolasi di BKPP Ciawi. Alhamdulillahnya BNN Lido bisa kembali menjadi tempat isolasi. Namun demikian melihat trend kasus covid saat ini, Bima menilai belum cukup, sehingga perlu menambah tempat isolasi lagi di wilayah. Agar warga yang isolasi mandiri di rumah tetap diperhatikan.

Nantinya orang tanpa gejala akan dibawa ke pusat isolasi, agar rumah sakit difokuskan saja untuk menangani pasien gejala sedang dan berat. Sedangkan gejala ringan bisa isolasi di rumah. Hal ini mengantisipasi rumah sakit kebobolan.

Selain itu Bima Arya pun meminta puskesmas memastikan stok suplai obat-obatan dan vitamin yang diperlukan mencukupi, RT RW dan lurah berkoordinasi membantu distribusi logistik bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri.

Yang tak kalah penting, jurus terakhir Pemkot Bogor yakni mengintruksikan camat dan lurah untuk mengawasi warga dari luar kota. Warga dari luar kota wajib lapor RT RW, tes antigen dan isolasi di rumah selama lima hari.

Ke empat jurus yang disiapkan Pemkot Bogor ini patut didukung sebagai upaya menekan laju covid 19, semoga sesuai dengan harapan kita semua.

penulis pratama

editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana

10 October 2026 - 18:50 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Trending on Kabar Bogor