Menu

Dark Mode
Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako TP PKK dan Perumda Tirta Pakuan Sinergi Dukung Pendataan Pelanggan yang Akurat

Kabar Bogor

IJTI Bogor Raya Terbentuk, Bima Arya Harapkan Ada Kolaborasi

badge-check


					IJTI Bogor Raya Terbentuk, Bima Arya Harapkan Ada Kolaborasi Perbesar

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian menghadiri penutupan Musyawarah Daerah I Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya di Aula Korem 061/Suryakencana, Sabtu (16/11/2019). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin,Wakil Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan, Ketua IJTI Jawa Barat Ikhwan Saba dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bima Arya memaparkan hasil survey media yang ia lakukan ketika Pilkada 2018 lalu. “Berapa orang warga Bogor yang masih nonton TV? Saat Pilkada 2018 kemarin, kami buat survey. Kita ukur semua. Berapa persen yang baca koran lokal, yang nonton berita di TV. Ada semua. Tapi sebagai gambaran, kira-kira begini. Warga Bogor itu yang nonton TV setiap hari ada 84 persen, online 43 persen, koran tidak sampai 10 persen, radio di bawah 5 persen. Jadi, yang nonton TV masih lebih banyak dari online,” ungkap Bima Arya.

Kemudian, lanjut Bima, warga diberikan pertanyaan kembali soal kampanye, sosialisasi, berita politik, lebih banyak lihat di mana? “Nomor satu masih di TV, lalu nomor dua spanduk dan nomor tiga baru media lainnya, seperti internet, koran dan lainnya. Data lengkapnya banyak tapi pada intinya saya melihat tren apapun yang terjadi, tetapi setidaknya di Bogor, akses mayoritas masih ke TV,” jelasnya.

Maka tak heran jika televisi memiliki nilai strategis bagi para pemangku kebijakan dalam beberapa hal. “Terutama begini, kita kan kalau dengan Humas selalu menghitung. Yang naik duluan yang mana, siklusnya kan begitu aksi di lapangan, maksimal 1 jam naik di online, setelah itu kalau beritanya cukup happening baru beberapa jam kemudian naik di TV, di media cetak baru besoknya,” kata dia.

Tapi, kalau ada yang perlu diklarifikasi dengan segera dan menjangkau banyak orang, pasti bertumpu pada TV. “TV tidak mungkin hoax, tidak mungkin gambar berbohong. Tidak ada sejarahnya ada berita TV yg hoax, sepengetahuan saya seperti itu. Kalau online, banyak sekali. Barangkali hitungan jari, media online yang bisa dipercaya. Tapi tidak semua punya kuota untuk mengakses online. TV bisa jadi cepat karena ada breaking news dan running teks,” terangnya.

Terkait pengukuhan pengurus IJTI Bogor Raya periode 2019-2022, Bima Arya harapkan ada kolaborasi dengan menjaga ritme kerja. “Lalu kita ingin warga di edukasi dan satu lagi, jangan diadu-adu saya dengan bupati. Sering juga wartawan begitu. Pak ini kabupaten begini. Terus ke bupati bilang, wali kota katanya mau mencaplok wilayah kabupaten. Banyak. Kita sekarang dengan wakil masing-masing mesra. Jadi, mudah-mudahan teman-teman bisa menguatkan itu. Kita kuatkan sama-sama hubungan kota dengan kabupaten,” ujar Bima.

“Terakhir, ada Bu Dian di Bagian Humas di Pemkot, kita ingin dibantu bukan hanya dalam sosialisasi pemberitaan tapi Humas Pemkot ini bukan wartawan seperti teman-teman. Kebetulan saja Bu Dian di tempat kan di situ. Bisa saja bulan depan Bu Dian jadi Lurah. Mohon dibantu, dicerahkan, soal kompetensi tadi. Kita ingin humas kita ketularan kompetensi dari teman-teman. Selamat bekerja. Tadi ada juga Ketua PWI Kang Arie. Selamat berkolaborasi, selamat bertugas. Mudah-mudahan hari ini adalah awal yang lebih baik dari kemarin untuk membangun kolaborasi ke depannya,” pungkasnya.

Dalam Musda 1 IJTI Bogor Raya, terpilih sebagai pengurus inti antara lain Ketua Umum Muhammad Juanda (jurnalis Trans Media Group), Wakil Ketua Heru Yustanto (Beritasatu TV), Sekretaris Usep Saepudin (TvOne) dan Bendahara Iwan ‘Dokek’ Kurniawan (Indosiar).

Dalam sambutannya, Juanda mengatakan seluruh anggota IJTI Korda Bogor Raya akan berupaya mendorong peningkatan kualitas dan penajaman standar jurnalistik melalui uji kompetensi.

“IJTI Bogor Raya juga akan membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada. Termasuk di dalamnya mendorong kebebasan pers dalam upaya memberikan informasi yang akurat. Terimakasih telah memberikan tanggung jawab ini kepada saya semoga ke depan saya mampu mengemban amanah untuk menjalankan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Juanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS

26 April 2026 - 20:27 WIB

Trending on Kabar Bogor