Menu

Dark Mode
Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data Inggris Pertimbangkan Blokir X Akibat Konten AI Cabul Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026 Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

Bogoh Ka Bogor

Hari Lahir Pancasila, Jenal Mutaqin: Rumah Besar Bagi Keberagaman

badge-check


					Hari Lahir Pancasila, Jenal Mutaqin: Rumah Besar Bagi Keberagaman Perbesar

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (2/6/2025) pagi.

Dalam suasana yang khidmat, Jenal Mutaqin menyampaikan langsung amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Jenal Mutaqin, Yudian mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila selalu menjadi momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Hari tersebut bukan hanya menjadi waktu untuk mengenang perumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tegas Jenal Mutaqin.

Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, Jenal Mutaqin mengajak seluruh unsur masyarakat untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia.

Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda.

Tidak hanya itu, dalam Pancasila diajarkan bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu.

Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

“Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Jenal Mutaqin.

Ia menambahkan, salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Jenal Mutaqin juga menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ungkap Jenal Mutaqin mengakhiri.KMF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dedie Rachim Lantik 26 Pejabat

23 December 2025 - 10:23 WIB

Upacara Hari Bela Negara ke-77, Ini Pesan Presiden

19 December 2025 - 16:38 WIB

Gencarkan Bebersih, Jenal Mutaqin Pimpin Jumsih di Surken

13 December 2025 - 08:36 WIB

Rakor MBG 3B Kota Bogor Tahun 2025 Digelar

25 November 2025 - 11:04 WIB

Pemkot Bogor Dukung Program Percepatan Kendaraan Listrik

17 November 2025 - 14:28 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor