Menu ✖

Dark Mode
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja 14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026 Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

Kabar Lifestyle

Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru

badge-check


					Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap 
Kondisi Terbaru
(Foto: REUTERS)
Perbesar

Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru (Foto: REUTERS)

Gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga mengganggu infrastruktur telekomunikasi. Sebanyak 794 site/BTS di 11 kabupaten/kota tercatat terdampak bencana tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan proses pemulihan jaringan terus dikebut. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02% telah kembali beroperasi.

Sementara itu, masih terdapat 111 site/BTS atau 13,98% yang dalam proses pemulihan. Tiga kabupaten/kota bahkan telah pulih sepenuhnya.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Menkomdigi Meutya Hafid dikutip Senin (17/8/2026).

Dari hasil identifikasi industri telekomunikasi, sebagian besar gangguan jaringan bukan disebabkan kerusakan langsung pada infrastruktur BTS. Gangguan terbesar berasal dari pasokan daya listrik, yakni tercatat 701 site/BTS mengalami power failure setelah gempa. Selain itu, sebanyak 93 site/BTS mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

“Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi,” jelas Meutya.

“Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan,” lanjutnya.

Komdigi mengatakan pemulihan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi, baik yang mengalami gangguan pasokan listrik maupun masalah transmisi.

“Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi,” terang Meutya.

Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau kondisi jaringan di wilayah terdampak. Pemantauan dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan seluruh penyelenggara telekomunikasi.

Fokus utama saat ini adalah memulihkan 111 site/BTS yang masih mengalami gangguan, terutama di wilayah dengan jumlah BTS terdampak yang masih tinggi.

“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” papar Meutya.

Sebagai informasi, gempa M 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, menyebabkan puluhan meninggal dunia, ratusan orang mengalami luka-luka, dan ribuan orang mengungsi. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas publik.

Dari 11 kabupaten/kota yang terdampak gangguan telekomunikasi, tiga wilayah telah pulih sepenuhnya, yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Sementara delapan kabupaten lainnya masih memiliki site/BTS yang dalam proses pemulihan. Berikut rinciannya:

  • Manggarai Timur tersisa 32 site/BTS, tingkat pemulihan 57,33%
  • Manggarai tersisa 27 site/BTS, tingkat pemulihan 82,35%
  • Nagekeo tersisa 19 site/BTS, tingkat pemulihan 76,25%
  • Ende tersisa 11 site/BTS, tingkat pemulihan 89,52%
  • Ngada tersisa 10 site/BTS, tingkat pemulihan 87,18%
  • Sikka tersisa 7 site/BTS, tingkat pemulihan 94,07%
  • Manggarai Barat tersisa 4 site/BTS, tingkat pemulihan 96,36%
  • Flores Timur tersisa 1 site/BTS, tingkat pemulihan 97,56%

Meutya mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana.

Dengan masih adanya 111 BTS yang belum pulih, Komdigi memastikan pengawasan terhadap jaringan di wilayah terdampak akan terus dilakukan hingga seluruh layanan telekomunikasi kembali normal.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026

8 October 2026 - 11:44 WIB

Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

7 October 2026 - 20:26 WIB

Pencarian Bergeser ke AI, Ini 6 Pakar AI Visibility-GEO yang Perlu Dikenal

7 October 2026 - 20:20 WIB

Prancis Muncul di Tengah Pertarungan Sengit Amerika dan China

7 October 2026 - 20:16 WIB

Bukan HP, Nokia Punya Sumber Duit Baru yang Laku Keras (Foto: REUTERS/Yves Herman)

7 October 2026 - 20:12 WIB

Trending on Kabar Lifestyle