Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Kabar Dunia

Geger Wanita Lahirkan `Bayi Plastik`, Kulitnya Mengkilat

badge-check


					Geger Wanita Lahirkan `Bayi Plastik`, Kulitnya Mengkilat Perbesar

SEPASANG suami istri di India harus mendatangi rumah sakit untuk memeriksakan bayi mereka yang baru lahir dengan kondisi sangat aneh.
Bayi mereka itu memiliki kulit yang sangat janggal karena seolah-olah terbuat dari plastik.
Kisah ini berawal ketika Anita Devi, 23 tahun, dan suaminya Alakhram Yadav, 25 tahun, menemui dokter sesaat setelah Anita melahirkan bayi mereka.
Pasangan itu melihat kulit anak mereka tampak abnormal dan mengalami kesulitan untuk bernapas.
Menurut laporan, bayi itu lahir di rumah sakit yang jaraknya 160 kilometer dari rumah pasangan tersebut.
Kepada Anita dan Alakhram, dokter mengatakan anak mereka memerlukan pengawasan pakar dengan segara.
Bayi itu kemudian dibawa ke Lucknow, sekitar 482 km dari New Delhi, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut pemeriksaan di Lucknow, bayi yang belum diberi nama itu menderita penyakit Lamellar ichthyosis.
Penyakit aneh dan langka itu menyebabkan penderitanya memiliki kulit yang tegang, berlilin dan mengkilat seolah-olah plastik.
Para ahli medis mengatakan bayi mereka sekarang hidup dengan alat bantu pernapasan.
Tetapi Anita dan Alakhram diberitahu bahwa anak mereka memiliki peluang untuk hidup.
Pasangan itu tinggal di pedalaman dekat perbatasan Nepal, di desa Binhoni Kalan, di negara bagian Uttar Pradesh.
” Beberapa jam setelah istri saya melahirkan, kami menemukan bahwa kulit anak kami sedikit berbeda dari bayi lainnya. Kulitnya sedikit berlilin dan mengkilat, seolah-olah plastik. Bayi kami juga sulit bernapas,” kata Alakhram.
Menurut dokter, kondisi bayi terjadi karena kelainan genetika yang diturunkan, yang hanya menyerang satu dari 600.000 orang.
Bayi itu akan tumbuh dengan penuaan kulit yang ekstrim. Penyakit ini disebabkan oleh warisan kelainan genetika dari orang tua yang bertindak sebagai pembawa, tetapi tidak memiliki masalah tersebut.
Meski tidak menular, namun hingga kini dunia kedokteran belum menemukan obat untuk penyakit ini.
Masalah lain yang dihadapi penderita penyakit ini di antaranya adalah rambut rontok, jari yang sulit ditekuk, badan cepat panas, masalah penglihatan dan kulit yang mencegah pernapasan.

***

Sumber : Dream.co,id

Foto : Dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia