Menu

Dark Mode
5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026 BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA Kota Bogor Perkuat Transformasi Pemerintahan Digital, Dedie Rachim: Basis Pelayanan Publik yang Akuntabel dan Transparan Dedie Rachim Tinjau Sekretariat DPRD Kota Bogor, Dorong Penataan Aset Lebih Optimal Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah

Headline

Gara-gara Corona, Teknisi Pesawat Banting Setir Jadi Tukang Servis AC

badge-check


					Gara-gara Corona, Teknisi Pesawat Banting Setir Jadi Tukang Servis AC Perbesar

Melihat kondisi ekonomi yang tidak stabil di tengah pandemi corona menuntut setiap orang untuk memutar otak memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi saat perusahaan menerapkan kebijakan cuti tanpa digaji.

Prinsip itulah yang dipegang seorang pria asal Thailand bernama Folkky Chutiphong dan keluarganya.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis 9 April 2020, awalnya ia bekerja sebagai seorang teknisi pesawat terbang dengan gaji lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga. Penghasilannya mencapai 100 ribu baht atau Rp49,34 juta per bulan.

Akibat krisis ekonomi yang terjadi saat ini, perusahaan mengirimkan memo kepada Chutiphong yang menyatakan dia dirumahkan untuk sementara waktu. Chutiphong menyebutkan, ketika penghasilannya berhenti, pengeluarannya terus menumpuk dan membuatnya stres yang luar biasa.

Stres yang dialaminya kemudian hilang seketika saat ia melihat wajah putranya. ” Aku tidak bisa stres seperti ini. Aku perlu mencari sesuatu yang menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga,” kata dia dalam hati.

Chutiphong kemudian berdiskusi dengan seorang teman dan memiliki ide untuk membuat perusahaan jasa pembersih AC. Bisnis ini dipilih karena Thailand biasanya sangat panas ketika bulan musim panas tiba. Di saat bersamaan banyak warga Thailand memilih tinggal di dalam rumah sehingga bisnis ini diyakini bakal bersinar.

Bersama temannya, Chuthipong kemudian mendirikan bisnis membersihkan AC bersama. Selama lebih dari seminggu, mereka telah membersihkan lebih dari enam AC per hari.

Mereka mengenakan biaya pembersihan AC 350 baht sekitar Rp150 ribu-170 ribu masing-masing untuk membersihkan lebih dari tiga unit AC.

Berdasarkan harga yang diberikan, keduanya dapat menghasilkan sekitar 2.100 baht (Rp1,04 juta). Selama enam hari beroperasi dalam sepekan, mereka masing -masing dapat menghasilkan 50.400 baht (Rp24,87 juta) per bulan.

Meskipun tidak sebanyak yang ia dapatkan dari pekerjaan sebelumnya, Chutiphong mengatakan ia akan terus bekerja untuk keluarga dalam masa-masa sulit ini.

Sumber : world of buzz

Foto: World Of Buzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline