Menu

Dark Mode
PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC) Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

Kabar Bogor

Gara-gara Atap Ambruk, 31 Pelajar SMKN 1 Cileungsi Terluka

badge-check


					Petugas Damkar Kab. Bogor tengah melakukan evakuasi di lokasi ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi. (Foto Damkar Kab. Bogor) Perbesar

Petugas Damkar Kab. Bogor tengah melakukan evakuasi di lokasi ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi. (Foto Damkar Kab. Bogor)

Cileungsi-Belum sepekan atap Majlis Tak’lim Ashobiyah Ciomas Kabupaten Bogor ambruk, kini kejadian atap ambruk terjadi di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor,  Rabu (10/9/2025) pagi.

Ironisnya atap ambruk saat pelajar tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) mata pelajaran Bahasa Jepang di dalam kelas XI Teknik Logistik SMKN 1 Cileungsi.Ketenangan KBM berubah menjadi mencekam, saat tib-tiba terdengar suara keras dari bagian atap kelas dan puing-puing atap berjatuhan menimpa para pelajar. Suasana berubah menjadi ramai dengan teriakan histeris pelajar yang panik dan tangisan menahan sakit.

“Suasananya mencekan,pada panik dan banyak yang kesakitan tertimpa puing-puing atap,” kata Annisa (17), siswi yang selamat.

Menurutnya kejadiannya cepat dan tidak ada tanda-tanda akan rubuh, sehingga wajar jika teman-temannya di dalam kelas panik saat mendengar suara dari atap kelas.

Sementara itu menurut Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, sedikitnya ada 31 pelajar menjadi korban dan luka-luka.

“”26 pelajar  kami evakuasi ke RS Thamrin dan 5 lainnya ke RS Merry,” kata Jalal.

Meski tak ada korban jiwa, lanjutnya, namun ada korban yang mengalami kepala robek, patah tulang, akibat tertimpa besi maupun genteng.

“Ada korban yang harus dijahit, ada hang diberi perawatan seperti infus, oksigen, hingga suntikan tetanus,” jelasnya.

Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jenal Mutaqin Kenalkan Siswa Sesko TNI pada Sejarah dan Kesenian Bogor

15 July 2026 - 08:20 WIB

Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor Difungsikan Sementara Jadi Area Parkir

14 July 2026 - 22:21 WIB

Proyek Trase Baru Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Desak Pemkot Konsisten Awasi Kontraktor

13 July 2026 - 22:12 WIB

Dianggap Candu, Meta Diminta Ubah Desain Instagram dan Facebook

13 July 2026 - 15:23 WIB

Gerak Jalan Sehat Harkopnas Meriah, Ketua DPRD Bogor Apresiasi Peran Koperasi

12 July 2026 - 19:22 WIB

Trending on Kabar Bogor