Menu ✖

Dark Mode
Menkomdigi Bantah Pembatasan Konten Karhutla, Singgung Algoritma Medsos Halangi Robot Delivery karena Ambil Kerjaan Manusia, Orang ini Ditangkap Misteri Wabah Terganjil dalam Sejarah: Menari Sampai Mati Deepfake Makin Sulit Dibedakan, Komdigi Kaji Aturan Label Konten AI Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps Bundaran HI HKG PKK ke-54, Dedie Rachim Apresiasi Kontribusi Kader PKK

Kabar Lifestyle

Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps Bundaran HI

badge-check


					Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps 
Bundaran HI. (Foto: Adi FR/detikINET)
Perbesar

Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps Bundaran HI. (Foto: Adi FR/detikINET)

Foto-foto aksi Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sempat viral di berbagai platform media sosial. Kini, foto-foto tersebut ramai bermunculan di kolom review Google Maps Bundaran HI.

Warganet mengunggah dokumentasi aksi yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut. Foto-foto yang dibagikan memperlihatkan spanduk kuning raksasa yang dibentangkan aktivis Greenpeace di atas monumen.

Tak hanya mengunggah foto, sejumlah warganet juga menyertakan beragam komentar dan pesan terkait aksi tersebut. Alhasil, kolom review Google Maps Bundaran HI ikut diramaikan respons warganet terhadap aksi Greenpeace.

Seperti diketahui aksi Greenpeace berlangsung pada Selasa pagi (20/10), ketika enam aktivis memanjat Monumen Selamat Datang dan membentangkan dua spanduk berwarna kuning.

Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap ke arah utara atau Istana Merdeka.

Sementara spanduk kedua yang menghadap ke selatan memuat tulisan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”

Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui aksi ini, Greenpeace ingin menyoroti dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, bencana ekologis, hingga kenaikan harga pangan dan beban ekonomi kelompok rentan.

Spanduk kuning berukuran besar yang terbentang di atas monumen langsung menarik perhatian masyarakat. Foto dan videonya kemudian menyebar melalui berbagai platform media sosial, termasuk X, Instagram, TikTok, dan WhatsApp.

Besarnya perhatian publik juga terlihat dari Google Trends. Seperti diberitakan detikINET, pencarian kata kunci “Greenpeace” di Google melonjak hingga 5.000% dalam kurun 24 jam setelah aksi tersebut.

Tak hanya itu, sebanyak 13 kata kunci terkait Greenpeace masuk kategori Breakout di Google Trends. Istilah ini menunjukkan lonjakan popularitas pencarian yang sangat tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Beberapa kata kunci yang banyak dicari warganet antara lain “Bundaran HI”, “Greenpeace adalah”, “Greenpeace banner”, “Apa itu Greenpeace”, “aktivis Greenpeace”, hingga “demo hari ini”.

Rupanya, perhatian warganet tidak berhenti di media sosial dan mesin pencari Google. Sejumlah pengguna juga mengunggah dokumentasi aksi Greenpeace ke halaman lokasi Bundaran HI di Google Maps.

Berbeda dengan media sosial yang mengandalkan linimasa, foto di Google Maps terhubung langsung dengan lokasi peristiwa. Dengan demikian, pengguna yang mencari Bundaran HI juga berpotensi menemukan dokumentasi aksi tersebut.

Google Maps sendiri memungkinkan pengguna menambahkan foto maupun memberikan ulasan terhadap suatu tempat. Fitur yang biasanya dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman berkunjung ini kini turut digunakan warganet untuk mendokumentasikan aksi Greenpeace.

Aktivis Greenpeace Dipulangkan
Aksi Greenpeace berlangsung selama beberapa jam sebelum petugas menurunkan spanduk yang terpasang di monumen.

Keenam aktivis kemudian dievakuasi menggunakan tali sling dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Setelah menjalani pemeriksaan, mereka dilaporkan telah dipulangkan.

“Sudah (pulang) jam 20.30 WIB,” ujar pengacara lembaga bantuan hukum (LBH) Jakarta Daniel Winarta dikutip dari detiknews.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai aksi Greenpeace merupakan bagian dari demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan fasilitas publik.

Sementara itu, Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menkomdigi Bantah Pembatasan Konten Karhutla, Singgung Algoritma Medsos

21 October 2026 - 22:23 WIB

Halangi Robot Delivery karena Ambil Kerjaan Manusia, Orang ini Ditangkap

21 October 2026 - 22:19 WIB

Misteri Wabah Terganjil dalam Sejarah: Menari Sampai Mati

21 October 2026 - 22:12 WIB

Deepfake Makin Sulit Dibedakan, Komdigi Kaji Aturan Label Konten AI

21 October 2026 - 21:25 WIB

Elon Musk Ingin Satukan Tesla dan SpaceX Jadi Satu Perusahaan

21 October 2026 - 18:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle