Perusahaan fintech pembayaran Doku mengumumkan langkah transformasi organisasi melalui penunjukan kepemimpinan baru seiring penguatan investasi strategis dari Antom, platform pembayaran dan digitalisasi merchant milik Ant International.
Dalam perubahan ini, Doku menunjuk Co-founder Himelda Renuat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Doku sekaligus Head of Antom Indonesia, serta melakukan rebranding identitas menjadi Doku by Antom.

Langkah ini memperkuat kemitraan strategis yang diumumkan pada Februari 2026 sekaligus menghubungkan jaringan merchant lokal dengan ekosistem regional Antom dan 2C2P.
Transisi Kepemimpinan dan Komitmen CEO Baru
Himelda Renuat, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) Doku, resmi ditunjuk menggantikan Chris Yeo yang memimpin Doku sejak 2022. Dalam peran barunya, Himelda memegang tanggung jawab ganda untuk memimpin fase pertumbuhan Doku di pasar pembayaran nasional serta mengembangkan bisnis Antom di Indonesia.
Himelda menegaskan bahwa integrasi ini menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan merchant lokal ke panggung internasional tanpa mengubah fondasi utama perusahaan.
“Doku dibangun di atas kepercayaan yang telah terjalin bersama merchant selama hampir 20 tahun, dan fondasi ini tidak akan berubah. Yang berubah adalah jangkauan kami. Dengan dukungan Antom dan 2C2P, kami dapat melayani merchant yang telah mempercayai kami dengan lebih baik, menjangkau lebih jauh industri-industri yang paling membutuhkan kami, serta membantu lebih banyak bisnis Indonesia mengambil langkah pertama untuk berekspansi ke pasar internasional,” ujar CEO Doku, Himelda Renuat, dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (26/9/2026).
Sinergi ‘Doku by Antom’ dan Ekspansi Regional
Perubahan identitas merek menjadi Doku by Antom mencerminkan sinergi go-to-market yang makin erat antara Doku, 2C2P, dan Antom. Kendati demikian, Doku dipastikan tetap beroperasi secara mandiri menggunakan nama, entitas, dan lisensi resmi yang dimilikinya saat ini, di mana Antom berperan sebagai investor strategis.
CEO Antom sekaligus Senior Vice President Ant International, Gary Liu, menyambut positif penguatan kemitraan ini sebagai langkah alamiah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
“Langkah ini merupakan kelanjutan yang natural dari kemitraan yang kami umumkan awal tahun ini, bukan perubahan arah dari komitmen tersebut. Keahlian Doku di pasar lokal, dipadukan dengan platform global Antom dan jangkauan regional 2C2P, menempatkan kami pada posisi yang semakin kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara,” ungkap Gary Liu.
Tiga Pilar Fokus Kemitraan
Melalui kepemimpinan baru dan sinergi yang diperkuat, Doku by Antom memfokuskan pengembangan pada tiga pilar utama:
- Integrasi Jaringan Global: Mengandalkan integrasi metode pembayaran lokal Doku dengan platform merchant acquiring global Antom serta ekosistem Alipay+ (unified wallet gateway).
- Sinergi Payment Gateway 2C2P: Berkolaborasi dengan anak perusahaan Antom, 2C2P, guna menyediakan solusi pembayaran bagi merchant Indonesia yang hendak berekspansi ke Asia Tenggara maupun pelaku usaha internasional yang memasuki pasar Indonesia.
- Pengembangan Layanan Keuangan: Memperluas pemrosesan pembayaran multi-currency, transaksi lintas negara (cross-border), serta penjajakan solusi pembiayaan (lending) dan pengelolaan treasury bagi merchant.
Menuju tahun 2027, Doku menargetkan perluasan jangkauan ke berbagai industri dan kanal pembayaran baru, didukung peningkatan keandalan integrasi bagi pengembang (developer) serta layanan dukungan merchant selama 24/7.
Sumber: detik.com














