Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Bogor

Dishub Dukung Skema Parkir Sistem Baru

badge-check


					Sejumlah kendaraan terlihat terparkir di bahu jalan di Kota Bogor. Foto: Rheynaldhi Perbesar

Sejumlah kendaraan terlihat terparkir di bahu jalan di Kota Bogor. Foto: Rheynaldhi

Sistem perpakiran di jalanan umum kerap kali menjadi perhatian khusus Dinas Perhubungan (Dishub) di kota manapun, hal tersebut dikarenakan parkir menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi daerah tersebut. Terkait adanya rencana penghapusan skema parkir juru parkir (jukir), Dishub Kota Bogor mendukung penuh rencana tersebut.

Menurut Kepala Dishub Kota Bogor Sujatmiko Baliarto, sistem perparkiran dengan skema jukir yang selama ini berlaku dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan manajemen lalu lintas modern. Parkir di badan jalan atau on-street parking sejatinya bukan ruang komersial, melainkan bagian dari manajemen dan rekayasa lalu lintas, karena itu, keberadaannya harus diatur dengan prinsip transparansi, efisiensi, dan dapat diukur secara sistematis.

“Pada dasarnya jalan itu untuk pergerakan, bukan untuk parkir. Tapi karena kebutuhan bersama, ada kebijakan pengecualian di jalan kolektor dan lokal, selama kapasitasnya mencukupi,” ujar Sujatmiko, seperti dikutip dari podcast radarbogor.

Parkir di badan jalan, lanjut Sujatmiko, saat ini masih banyak berada di lokasi terlarang, seperti di belokan, tanjakan, persimpangan dan lokasi lain yang bisa menyebabkan kemacetan, dan membahayakan pengendara lain.Skema jukir belum bisa memenuhi kebutuhan pengelolaan parkir yang ideal.

“Parkir jukir masih sulit diawasi, potensi kebocoran pendapatan sangat tinggi karena tidak adanya sistem pencatatan yang jelas terkait durasi dan volume kendaraan yang parkir. Potensi parkir tidak bisa diukur, ya sistem apa pun—mau petugas atau alat elektronik—itu akan tetap bocor, makanya kita harus bisa identifikasi titik parkir, hitung durasi dan akumulasinya, dari situ baru kita bisa targetkan pendapatan harian secara realistis,” jelasnya.

Sebelumnya  Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan jika Pemkot Bogor tidak pernah menerima setoran retribusi dari skema parkir jalanan yang ada selama ini. Untuk itu Pemkot Bogor kini tengah menyiapkan sistem baru yang akan melibatkan pihak swasta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MTQ Ke-45 Tingkat Kota Bogor Resmi Ditutup, 58 Pemenang Disiapkan Wakili Kota Bogor di Tingkat Provinsi

25 September 2026 - 14:03 WIB

Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru ke Kota Bogor

24 September 2026 - 21:46 WIB

Dedie Rachim Pimpin Upacara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Bogor

24 September 2026 - 16:01 WIB

DWP Kota Bogor Perkuat Kapasitas Anggota Melalui Pelatihan Public Speaking

24 September 2026 - 15:52 WIB

Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat, Dedie Rachim Tekankan Kualitas dan Fasilitas Dukung Kenyamanan Siswa

23 September 2026 - 21:15 WIB

Trending on Kabar Bogor