Menu ✖

Dark Mode
Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

Kabar Bogor

Dinilai Tak Berikan Solusi, Warga Protes Kebijakaan Mentri LH

badge-check


					{ Perbesar

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Dinilai menerapkan kebijakan sepihak, warga Puncak hadang iring-iringan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, di sekitar jembatan Gunung Geulis Simpang Pasir Angin Puncak Bogor, Jumat (3/10/2025).

Pantauan di lokasi sejumlah warga terlihat membawa spanduk dan puluhan tangkai bunga, mereka sengaja berdiri di pinggir jalan setelah mengetahui rombongan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Hanif Faisol akan melintas kawasan Simpang Pasir Angin, Megamendung.

“Kami karyawan dan pekerja yang menjadi korban dari penyegelan tempat usaha oleh menteri lingkungan hidup Hanif Faisol,” kata koordinator aksi demo, Asep Suhandi alias Iyong.

Aksi tersebut, kata Asep, dilakukan secara spontan saat mengetahui ada informasi di media sosial akan hadir menteri di kegiatan penanaman pohon di kawasan Puncak.

“Begitu dapat info menteri LH akan datang untuk menanam pohon, kami para korban PHK bersepakat menyampaikan langsung aspirasi ini. Jika suara kami tidak juga didengar, maka kami akan kembali demo ke Hambalang,” ujarnya.

Pemerintah lanjutnya, hanya bisa melakukan tindakan tanpa memberikan solusi kepada masyarakat terdampak.

“Selama ini pemerintah tidak hadir membela kami. Kami hanya mencari nafkah. Dimana hati nurani mereka,” tandasnya.

Asep dan sejumlah demonstran mengaku telah terlebih dahulu melakukan banyak aksi peduli lingkungan dan mentaati ketentuan pemerintah.

“Kami selalu menjaga lingkungan hidup. Namun kesejahteraan kami juga diperhatikan. Tanpa keberadaan tempat usaha di Puncak, bagaimana kami bisa hidup,” paparnya.

Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana

10 October 2026 - 18:50 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Trending on Kabar Bogor