Menu

Dark Mode
Kwarcab Kota Bogor Ikuti Rakor dan Bintek Ayo Pramuka Sinergi TNI–Kementerian Percepat Pembangunan Huntara, Huntap dan Infrastruktur di Sumatera Sambut Ramadan 2026, Maxim Umumkan Siapkan Bonus Hari Raya Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor

Kabar Dunia

Digigit Kelelawar, Bocah 6 Tahun Ini Berhalusinasi

badge-check


					Digigit Kelelawar, Bocah 6 Tahun Ini Berhalusinasi Perbesar

BOCAH laki-laki berumur 6 tahun dari Florida, AS, harus berjuang agar tetap hidup setelah terserang rabies. Ryker Roque mengalami halusinasi dan kejang setelah digigit kelelawar.

kalongKedua dampak itu baru Ryker rasakan setelah beberapa minggu kemudian. Melihat kondisi si kecil yang mendadak seperti itu, orangtuanya bergegas membawa Ryker ke rumah sakit, dan memasukkannya ke ruang gawat darurat.

Rabies di Amerika Serikat dianggap kejadian yang sangat langka. Menurut CDC, hanya ada tiga kasus yang dilaporkan pada 2015. Gejala rabies, seperti yang dialami Ryker, nyaris membuat nyawa pasien tidak tertolong.

Dokter yang menangani Ryker belum menyerah. Mereka melakukan eksperimental dengan pengobatan tersebut yang dijuluki “The Milwaukee Protocol”. Setelah diberi obat penyembuh rabies, kondisi Ryker kembali membaik.

Pengobatan The Milwaukee Protocol ini pertama kali diujicobakan ke manusia pada 2004. Dalam banyak kasus, pengobatan ini biasa dilakukan pada saat pasien rabies dalam keadaan koma. 

Seperti dikutip dari situs Medscape pada Selasa, 16 Januari 2018, dokter kemudian mengobati dengan memberikan obat antiviral koktail.

Dokter anak di Children’s Hospital of Wisconsin, Rodney Willoughby, mengatakan, obat ini tidak hanya berguna mengobati rabies saja, tapi juga bisa diberikan pada pasien Ebola.

Pengobatan rabies yang diperoleh Ryker bertujuan membangun sistem kekebalan tubuh pasien.

“Intinya, kami memberikan kesempatan lebih banyak pada pasien untuk melawan virus mereka sendiri,” kata Willoughby.

Respons kekebalan tubuh yang dibangun pasien sendiri akan lebih efektif. Ini satu-satunya pengobatan terkait dengan pemulihan infeksi rabies pada orang yang belum divaksinasi.

Pejabat kesehatan setempat mengatakan, kemungkinan bertahan hidup dari rabies sangat buruk. Bagi siapa saja yang terkena gigitan binatang liar, seperti kelelawar harus mendapatkan bantuan medis segera.

***

Sumber : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Ledakan Kosmik Aneh Muncul di Luar Bima Sakti, Ilmuwan Kebingungan

29 September 2025 - 10:36 WIB

Berlian Aneh Asal Afrika Mengandung Unsur Kimia yang Mustahil

29 September 2025 - 10:33 WIB

Trending on Kabar Dunia