Menu ✖

Dark Mode
YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China

Kabar Bogor

Di Kota Hujan, APEKSI Komwil III Rumuskan Usulan Kebijakan Nasional untuk Kemajuan Kota

badge-check


					Dari Kota Bogor, Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia melalui Mayors Talk 2026: Climate and Urban Resilience.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam saat malam APEKSI di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026). Perbesar

Dari Kota Bogor, Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia melalui Mayors Talk 2026: Climate and Urban Resilience. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam saat malam APEKSI di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Kota Bogor – Di Kota Hujan, APEKSI Komwil III Rumuskan Usulan Kebijakan Nasional untuk Kemajuan Kota

───

Dari Kota Bogor, Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia melalui Mayors Talk 2026: Climate and Urban Resilience.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam saat malam APEKSI di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

“Iya, jadi besok itu apa yang menjadi pembahasan tidak hanya berbagi, tetapi juga memajukan beberapa usulan untuk menjadi kebijakan nasional,” ucap Alwis.

Agenda utama dalam Mayors Talk ini, kota-kota yang tergabung dalam Komwil III akan berbagi praktik baik yang ada di masing-masing daerah, termasuk apa yang sudah dilakukan oleh Kota Bogor. Nantinya, hal-hal baik tersebut akan dibagikan melalui horizontal learning. Selanjutnya juga akan dibahas berbagai tantangan setiap kota, termasuk hambatan yang dialami untuk dibahas bersama para narasumber.

“Dan yang terakhir tentu untuk ke publik, masyarakat harus tahu bahwa saat ini tantangan berat bukan hanya soal fiskal, tetapi juga soal cuaca, kesiapan terkait lingkungan, sampah, perubahan iklim, dan lain-lain,” ungkapnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, di tengah situasi yang serba terbatas, baik secara anggaran maupun berbagai kondisi lingkungan hidup, diperlukan kolaborasi dengan berbagi praktik baik.

“Maka kita harus bisa juga mencari solusi-solusi bagaimana kemudian mengembalikan situasi kota sebagai kota tangguh melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak,” ucapnya.

Acara inti Mayors Talk ini akan berlangsung pada Selasa (29/9/2026) dengan menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah pusat, instansi terkait, maupun akademisi.

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, dalam tema kota tangguh, bukan hanya menciptakan kota yang tangguh melalui pembangunan dan berbagai program, tetapi ketangguhan kota dimulai dari wali kota dan wakil wali kota.

“Tetapi kita harus tangguh terus, dengan segala keterbatasan, TKD dan sebagainya, dengan situasi dan kondisi, masalah sampah yang belum selesai, infrastruktur mungkin yang belum selesai. Tangguh dalam kita terus menciptakan terobosan-terobosan, program-program yang mana itu kita harus melibatkan semuanya,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Kota Bogor dalam menangani berbagai tantangan, termasuk penanganan persampahan melalui kolaborasi, dapat menjadi contoh bagi kota lain.

“Kolaborasi itu penting, bukan hanya kolaborasi antarkota, tetapi kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, seluruh peluang-peluang yang ada. Tadi dari Bogor juga sudah ada inspirasi anak muda, Mas Ernest, yang ternyata bisa mengolah bahan limbah menjadi rupiah. Nah, ini luar biasa. Ini yang harus terus kita ciptakan, peluang-peluang itu,” ujarnya.

Ia berharap berbagai inovasi yang ada di Kota Bogor dapat memperkuat langkah kolaborasi kota-kota di Indonesia.

“Mudah-mudahan semakin memperkuat kolaborasi, terus kota-kota ini kita bangun untuk memang semuanya tangguh dengan potensi masing-masing,” ujarnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks

28 September 2026 - 18:29 WIB

Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif

28 September 2026 - 18:24 WIB

Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi

28 September 2026 - 18:17 WIB

Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan

28 September 2026 - 14:16 WIB

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk, Bogor Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Sampah

28 September 2026 - 09:50 WIB

Trending on Kabar Bogor