Menu ✖

Dark Mode
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Kabar Bogor

Di Kabupaten Bogor, Harga Cabe Rawit Makin Meroket

badge-check


					Di Kabupaten Bogor, Harga Cabe Rawit Makin Meroket Perbesar

Harga komoditas pangan di sejumlah pasar  terus mengalami kenaikan signifikan.Salah satunya harga cabai rawit merah yang terus mengalami kenaikan, bahkan sampai menyentuh angka 60 persen lebih kenaikannya. Di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor, cabe rawit merah dijual dengan harga 130 ribu per kilogramnya, pada Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya harga cabe rawit merah dijual 60 ribu perkilo, kini naik menjadi 130 ribu. Bukan itu saja,  bawang merah kini dikisaran 60 ribu rupiah perkilogramnya. Sejumlah pedagang cabai di Pasar Ciawi  mengaku, kenaikan dipicu akibat gagal panen dan pengaruh cuaca hujan, sehingga membuat pasokan cabai sedikit dan menjelang hari raya idul adha.

Di pasar tradisional Ciawi  Kabupaten Bogor, pedagang mengaku naiknya harga cabai rawit merah membuat penjualan berkurang hingga omzet  menurun 30-40 persen. Kenaikan diikuti harga kebutuhan lainnya, seperti cabe rawit hijau, cabe merah kriting, sayur mayur hingga telur dan ayam potong. Cabe rawit hijau dari harga sebelumnya 45 ribu perkilogramnya, kini harga 80 ribu.Sementara cabai keriting merah dan hijau dari 60 ribu perkilogramnya sekarang 80 ribu. Cabai hijau dari 60 ribu perkilogramnya, sekarang 80 ribu dan cabai besar merah dari 50 ribu menjadi 65 ribu.

Baca juga:

Pemkot Bogor Jadi Pilot Project Implementasi e-Materai

“Pusing kita jualnya, kalau harganya dinaikin kasihan yang beli. Pemerintah harus cari solusinya, biar harga stabil,” kata Abdul Aziz, pedagang cabai rawit merah di Pasar Ciawi.

Kenaikan harga cabai rawit merah dan bawang merah lanjutnya,  menyebabkan penjualan menurun. Pasalnya para pembeli yang biasa membeli banyak, kini hanya beberapa kilogram saja.

“Omzet pedagang turun 30-40 persen. Bahkan pembeli untuk kebutuhan warteg pun, merasa kewalahan karena olahan sambel yang dibuatnya harus dibuat dengan modal yang cukup mahal,” katanya.

Sementara itu Ny. Reni, pembeli yang ditemui di pasar mengaku, uang 100 ribu untuk belanja di rumah tidak cukup. Dia terpaksa membeli bahan masakan, dengan  jumlah sedikit.

Penulis Asol

Editor Aldho Herman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MTQ Ke-45 Tingkat Kota Bogor Resmi Ditutup, 58 Pemenang Disiapkan Wakili Kota Bogor di Tingkat Provinsi

25 September 2026 - 14:03 WIB

Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru ke Kota Bogor

24 September 2026 - 21:46 WIB

Pemkot Bogor dan ICIA Bahas Pengembangan Transportasi Perkotaan

24 September 2026 - 16:12 WIB

Dedie Rachim Pimpin Upacara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Bogor

24 September 2026 - 16:01 WIB

DWP Kota Bogor Perkuat Kapasitas Anggota Melalui Pelatihan Public Speaking

24 September 2026 - 15:52 WIB

Trending on Kabar Bogor