Cisco mengumumkan serangkaian inovasi infrastruktur untuk mendukung kebutuhan komputasi dan keamanan di era AI. Pengumuman ini disampaikan dalam Cisco Live Conference di Amsterdam yang dihadiri lebih dari 21.000 profesional IT.
Salah satu sorotan utama adalah peluncuran chip switching Silicon One G300. Chip ini dirancang untuk mendukung klaster AI berskala besar, termasuk pelatihan, inference, dan agentic AI secara real time.
Cisco mengklaim teknologi Intelligent Collective Networking pada G300 mampu meningkatkan utilisasi jaringan hingga 33% dan mempercepat penyelesaian pekerjaan sampai 28% dibanding trafik yang tidak dioptimalkan, sehingga pemanfaatan GPU menjadi lebih efisien.

Cisco juga memperkenalkan sistem N9100 dan 8000 berbasis G300 untuk kebutuhan hyperscaler, neocloud, hingga enterprise. Untuk pengelolaan, Cisco menghadirkan Nexus One sebagai panel terpadu yang menyederhanakan operasional pusat data, baik on-premise maupun cloud.
Selain infrastruktur jaringan, Cisco memperluas pendekatan AgenticOps ke seluruh portofolionya. Konsep ini menggabungkan otomasi, visibilitas lintas domain, serta telemetry dari berbagai sistem seperti networking, security, hingga observability untuk menyederhanakan operasional IT berskala besar.
“Laju inovasi AI kini bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan kami menghadirkan infrastruktur penting agar pelanggan dapat berinovasi lebih cepat sekaligus mengadopsi AI secara aman dan terlindungi,” ujar Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco, dikutip dari Detik, Minggu (22/2/2026).
Di sisi keamanan, Cisco merilis pembaruan besar pada solusi AI Defense. Fitur baru mencakup tata kelola rantai pasokan AI dan perlindungan runtime untuk tools agentic, guna meminimalkan risiko manipulasi atau penyusupan. Peningkatan juga dilakukan pada Secure Access Service Edge (SASE) dengan kemampuan intent-aware inspection, yang menganalisis alasan dan pola trafik agentic AI untuk mendeteksi ancaman baru.
Untuk organisasi dengan kebutuhan kedaulatan data, Cisco Customer Experience menyediakan dukungan khusus termasuk opsi air-gapped, on-premise, dan hybrid. Cisco juga meluncurkan Critical National Services Centers di Inggris, Prancis, dan Spanyol, serta tengah mengembangkan pusat tambahan di Italia.
Langkah ini menegaskan strategi Cisco membangun platform terpadu dari sisi silicon, jaringan, keamanan, hingga layanan pendukung untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan infrastruktur AI.
Sumber: detik.com













