Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Politik

Debat Pilkada Sempat Panas, Closing Statmen Bima-Dedie Bikin Dingin

badge-check


					Debat Pilkada Sempat Panas, Closing Statmen Bima-Dedie Bikin Dingin Perbesar

Ada yang menarik dalam debat publik Pilkada Kota Bogor 2018 yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV, Sabtu (5/5) malam. Selain sesi tanya jawab antar pasangan calon, sesi penutupan tak kalah serunya.

Hal berbeda ditunjukan pasangan nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim. Keduanya dalam closing statement mempromosikan kekayaan kuliner kota hujan yang dibalut dalam pantun unik. Seperti apa?

Dalam kesempatan yang diberikan selama satu menit, Bima-Dedie menyebutkan 6 aneka kuliner yang ada di Kota Bogor. Dedie memulai terlebih dahulu closing statement.

Sate Rebing Empang makyus rasanya.
Sop buntut Ma’emun tiada duanya.
Berkhidmat di KPK itu luar biasa.
Membangun Bogor itu panggilan jiwa.

Soto Pak Salam ada di Suryakencana.
Doclang mang Odik ada di Pasir Kuda.
Agar kota Bogor ramah untuk keluarga.
Kita menangkan nomor tiga.

Kemudian, dilanjutkan dengan Bima Arya dengan menyebutkan:

Pergi ke Empang makan Nasi Kebuli
Jalan ke Sukadamai cari Jambu Biji
Berpolitik jangan saling buli
Di Pilkada pilih sesuai hati

Tak hanya itu, Bima juga tampak memberikan sejumlah catatan bak Najwa Shihab, yang berisi:

Anak milenial pilih pemimpin jangan asal
Pilih pake akal dan bukan soal modal
Calon pemimpin jangan saling jegal
Tapi harus ada program yang dijual

Jangan bebani milenial dengan gaya politik tua
Apalagi bawa warisan dendam lama
Politik harus riang gembira
Bersama warga bangun kota ramah keluarga

Nah, dalam sesi penutup ini, pernyataan paslon Bima-Dedie cukup menarik perhatian publik yang menyaksikan. Bahkan, tak jarang warga yang penasaran dengan aneka kuliner lezat yang diucapkan Bima-Dedie.

Bagi yang penasaran, Sate Kambing Pak Rebing terletak tidak jauh dari Masjid Alun-alun, Empang, Bogor Selatan. Rumah makan itu berdiri kurang lebih sejak tahun 1980-an. Kelezatan sate kambing di sini cukup terkenal lantaram dagingnya yang empuk dan tidak berbau.

Kemudian Sop buntut Ma’emun bisa dibilang sop buntut legendaris di Kota Bogor. Ciri khas sop buntut Ma’emun adalah daging buntutnya yang empuk dan mampu terlepas dari tulangnya, tetapi masih menyisakan sedikit rasa kenyal.

Untuk menikmati sajian lezat ini, warga bisa mengunjungi rumah makan tersebut yang sudah tersebar di beberapa titik, di mulai dari kawasan Air Mancur, kemudian meluas hingga Bangbarung dan Jalan Salak.

Dan siapa sangka, Sop Buntun Ma’emun ini merupakan langganan istana, dimulai dari zaman Presiden Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga terakhir Jokowi pun pernah menyantap sop legendaris itu.

Kuliner lain adalah doclang. Doclang merupakan salah satu kuliner khas dari Bogor yang terbuat dari potongan lontong, lalu dicampur tahu goreng, kentang dan telur rebus kemudian diguyur bumbu kacang.

Salah satu pedagang doclang yang cukup terkenal berada di Jalan Pasir Kuda, Bogor Barat, Kota Bogor, yakni Mang Odik. Bumbu kacang menjadi kunci keunggulan dari Doclang Mang Odik karena rasa manisnya pas.

Dedie juga menyebutkan, kuliner Soto Pak Salam yang terletak di kawasan Suryakencana. Watung soto sederhana ini tak pernah sepi pembeli. Soto Pak Salam terdiri dari potongan daging dan jeroan sapi seperti babat, lidah, hati, dan paru yang disajikan bersama dengan kuah kuning berempah. Soal rasa, tak perlu diragukan lagi, dijamin kamu akan merasa ketagihan. Jika tak ingin kehabisan Soto Kuning Pak Salam, sebaiknya jangan datang setelah jam 7 malam.

Di kota hujan juga, juga banyak komunitas Arab. Nasi kebuli menjadi salah satu kuliner lezat.Pastinya di tempat keturunan Arab di Bogor bermukim, yakni kawasan Empang ada salah satu rumah makan yang menawarkan Nasi Kebuli nikmat, yakni RM Balad yang letaknya dekat Alun-Alun Empang.

Debat publik pertama Pilwalkot Bogor 2018 dengan tema “Memajukan Daerah, Menyejahterakan Rakyat”, ini digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. Dalam acara yang dipandu host Metro TV, Aviani Malik, keempat paslon tampak saling menjual program andalannya masing-masing.

Debat ini terbagi dalam enam sesi, mulai dari pemaparan visi misi, penajaman program, saling bertanya, saling menanggapi antar kandidat hingga memberikan statement penutup.

reporterpratama/*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

9 October 2026 - 19:59 WIB

Tok, DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

7 October 2026 - 07:52 WIB

Trending on Kabar Politik