Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Daftar Rudal Punya Iran Buat Balas Gebuk Israel-Amerika Serikat

badge-check


					Ilustrasi. Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua. (Foto: AFP/FADEL SENNA) Perbesar

Ilustrasi. Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua. (Foto: AFP/FADEL SENNA)

Iran bergerak cepat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior.
Teheran mengklaim telah membalas dengan menargetkan situs militer Israel dan fasilitas yang terkait dengan AS di berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika.

Pertempuran ini memunculkan pertanyaan besar di kawasan dan pasar global, apakah konflik akan tetap terbatas atau berkembang menjadi kampanye militer berkepanjangan.

Melansir Al Jazeera, tidak seperti perang 12 hari pada Juni 2025, pembunuhan Khamenei dipersepsikan Teheran sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan Republik Islam.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut membalas kematian Khamenei sebagai “kewajiban dan hak yang sah” negara.

Tulang punggung daya tangkal Iran
Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua.

Rudal balistik jarak terjauh Iran diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000-2.500 kilometer, cukup untuk menjangkau Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk, meski tidak mampu mencapai daratan AS.

Rudal jarak pendek (±150-800 km): serangan cepat
Rudal jarak pendek dirancang untuk menghantam target militer terdekat dengan waktu peringatan minim. Sistem utamanya meliputi:

  • Shahab-1 dan Shahab-2
  • Fateh-110 dan Fateh-313
  • Zolfaghar
  • Qiam-1

Rudal jarak menengah (±1.500-2.000 km): memperluas konflik
Rudal jarak menengah memperluas medan konflik ke level regional. Sistem yang menjadi fondasi kemampuan serangan jauh Iran antara lain:

  • Shahab-3
  • Emad
  • Ghadr (Ghadr-1)
  • Khorramshahr
  • Sejjil
  • Kheibar Shekan
  • Haj Qassem

Sejjil menonjol karena berbahan bakar padat, memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat. Dengan jangkauan ini, Israel serta fasilitas AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab berada dalam daftar target potensial.

Rudal jelajah dan drone: tekanan berlapis
Selain rudal balistik, Iran mengandalkan rudal jelajah dan drone. Meski lebih lambat, platform ini relatif murah dan bisa diluncurkan dalam jumlah besar.

Drone serangan satu arah dapat digunakan dalam gelombang berulang untuk melemahkan pertahanan udara dan menjaga bandara, pelabuhan, serta fasilitas energi tetap siaga selama berjam-jam, taktik saturasi yang berpotensi meningkat jika konflik berlanjut.

Ketahanan: kota rudal bawah tanah
Besarnya persediaan rudal memang menjadi faktor penting, namun dalam konflik yang berlarut-larut pertanyaan utamanya adalah seberapa lama Iran mampu mempertahankan tempo peluncuran setelah menghadapi serangan balasan.

Selama bertahun-tahun, Teheran memperkuat program rudalnya dengan membangun jaringan terowongan penyimpanan bawah tanah, pangkalan tersembunyi, serta lokasi peluncuran yang diproteksi di berbagai wilayah.

Infrastruktur ini menyulitkan upaya melumpuhkan kemampuan peluncuran secara cepat, sekaligus memaksa lawan mengantisipasi bahwa sebagian kapasitas rudal Iran akan tetap bertahan bahkan setelah gelombang serangan besar pertama.

Bagi para perencana militer, tingkat ketahanan tersebut berarti bahwa keputusan untuk terus menyerang infrastruktur rudal Iran berisiko memicu pertukaran serangan jangka panjang, alih-alih menghasilkan operasi singkat yang cepat dan menentukan.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle