Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Lifestyle

Daftar Rudal Punya Iran Buat Balas Gebuk Israel-Amerika Serikat

badge-check


					Ilustrasi. Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua. (Foto: AFP/FADEL SENNA) Perbesar

Ilustrasi. Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua. (Foto: AFP/FADEL SENNA)

Iran bergerak cepat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior.
Teheran mengklaim telah membalas dengan menargetkan situs militer Israel dan fasilitas yang terkait dengan AS di berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika.

Pertempuran ini memunculkan pertanyaan besar di kawasan dan pasar global, apakah konflik akan tetap terbatas atau berkembang menjadi kampanye militer berkepanjangan.

Melansir Al Jazeera, tidak seperti perang 12 hari pada Juni 2025, pembunuhan Khamenei dipersepsikan Teheran sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan Republik Islam.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut membalas kematian Khamenei sebagai “kewajiban dan hak yang sah” negara.

Tulang punggung daya tangkal Iran
Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua.

Rudal balistik jarak terjauh Iran diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000-2.500 kilometer, cukup untuk menjangkau Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk, meski tidak mampu mencapai daratan AS.

Rudal jarak pendek (±150-800 km): serangan cepat
Rudal jarak pendek dirancang untuk menghantam target militer terdekat dengan waktu peringatan minim. Sistem utamanya meliputi:

  • Shahab-1 dan Shahab-2
  • Fateh-110 dan Fateh-313
  • Zolfaghar
  • Qiam-1

Rudal jarak menengah (±1.500-2.000 km): memperluas konflik
Rudal jarak menengah memperluas medan konflik ke level regional. Sistem yang menjadi fondasi kemampuan serangan jauh Iran antara lain:

  • Shahab-3
  • Emad
  • Ghadr (Ghadr-1)
  • Khorramshahr
  • Sejjil
  • Kheibar Shekan
  • Haj Qassem

Sejjil menonjol karena berbahan bakar padat, memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat. Dengan jangkauan ini, Israel serta fasilitas AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab berada dalam daftar target potensial.

Rudal jelajah dan drone: tekanan berlapis
Selain rudal balistik, Iran mengandalkan rudal jelajah dan drone. Meski lebih lambat, platform ini relatif murah dan bisa diluncurkan dalam jumlah besar.

Drone serangan satu arah dapat digunakan dalam gelombang berulang untuk melemahkan pertahanan udara dan menjaga bandara, pelabuhan, serta fasilitas energi tetap siaga selama berjam-jam, taktik saturasi yang berpotensi meningkat jika konflik berlanjut.

Ketahanan: kota rudal bawah tanah
Besarnya persediaan rudal memang menjadi faktor penting, namun dalam konflik yang berlarut-larut pertanyaan utamanya adalah seberapa lama Iran mampu mempertahankan tempo peluncuran setelah menghadapi serangan balasan.

Selama bertahun-tahun, Teheran memperkuat program rudalnya dengan membangun jaringan terowongan penyimpanan bawah tanah, pangkalan tersembunyi, serta lokasi peluncuran yang diproteksi di berbagai wilayah.

Infrastruktur ini menyulitkan upaya melumpuhkan kemampuan peluncuran secara cepat, sekaligus memaksa lawan mengantisipasi bahwa sebagian kapasitas rudal Iran akan tetap bertahan bahkan setelah gelombang serangan besar pertama.

Bagi para perencana militer, tingkat ketahanan tersebut berarti bahwa keputusan untuk terus menyerang infrastruktur rudal Iran berisiko memicu pertukaran serangan jangka panjang, alih-alih menghasilkan operasi singkat yang cepat dan menentukan.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya

21 June 2026 - 19:25 WIB

China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya

21 June 2026 - 19:21 WIB

Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya!

21 June 2026 - 19:16 WIB

Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

21 June 2026 - 19:12 WIB

Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat

21 June 2026 - 19:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle