Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Kabar Lifestyle

Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum

badge-check


					Foto: Live Science Perbesar

Foto: Live Science

Jakarta – Untuk pertama kali, ilmuwan menguak bahwa bonobo (Pan paniscus), kerabat terdekat kita yang masih hidup selain simpanse (Pan troglodytes), dapat melakukan permainan pura-pura, kemampuan yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki manusia.

Sama seperti yang bisa dilakukan anak usia 2 tahun, Kanzi, seekor bonobo unik yang memahami bahasa Inggris, mampu melacak keberadaan jus dan anggur imajiner selama pesta teh pura-pura, menurut studi yang diterbitkan di jurnal Science.

Meskipun Kanzi yang mati Maret 2025, tidak menginisiasi permainan pura-pura tersebut, kemampuannya mengikuti alur permainan menunjukkan ia memiliki beberapa landasan mental yang diperlukan untuk membayangkan objek dan skenario pura-pura.

“Kami sungguh kagum dengan temuan ini,” ujar penulis studi Christopher Krupenye dari Universitas Johns Hopkins. “Apa yang kami lihat dalam kasus ini adalah bahwa sesuatu yang tampaknya secara mendasar bersifat manusiawi dan muncul di awal perkembangan manusia, ternyata juga dipunyai kerabat terdekat kita,” katanya.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa kapasitas manusia untuk membayangkan objek yang sebenarnya tidak ada mungkin telah berevolusi sebelum manusia dan bonobo berpisah dari nenek moyang bersama terakhir kita lebih dari 6 juta tahun lalu.

Realitas yang Dibayangkan

Pengamatan tak resmi sebelumnya mengisyaratkan kera besar di penangkaran maupun alam liar melakukan permainan pura-pura. Misalnya, simpanse liar di Guinea teramati bermain dengan bantalan daun bekas buatan manusia dengan meletakkannya di atas kepala. Seekor bonobo di penangkaran juga pernah ‘memetik’ dan ‘memakan’ blueberry dari sebuah foto blueberry.

Namun, karena contoh tersebut bisa dijelaskan dengan alasan lain, Krupenye dan rekannya, Amalia Bastos, psikolog komparatif di Universitas St Andrews di Inggris, ingin membuktikan dengan eksperimen.

Kanzi bisa memahami dan merespons bahasa Inggris. Pertama, Kanzi dilatih menunjuk wadah berisi jus. Ia diperlihatkan dua botol transparan, satu berisi jus dan yang lainnya kosong, lalu diminta menunjuk di mana jus berada. Jika benar, ia diberi hadiah sedikit jus. Kanzi mendapat skor sempurna selama 18 pengulangan.

Lalu, ditempatkan dua cangkir kosong transparan berdampingan di meja depan Kanzi. Mereka pura-pura menuangkan jus dari kendi kosong ke tiap cangkir, lalu menuangkan jus pura-pura dari salah satu cangkir kembali ke kendi. Kanzi diminta menunjuk lokasi cangkir berisi jus, tapi tidak diberitahu apakah ia benar, dan tidak diberi hadiah. Kanzi mengidentifikasi lokasi jus pura-pura dengan benar sebanyak 68%, menunjukkan ia dapat melacak cairan imajiner tersebut.

Masih ada kemungkinan ia berpikir cangkir kosong berisi jus asli. Untuk memeriksanya, ada eksperimen kedua di mana ditempatkan cangkir berisi jus asli dan cangkir kosong. Mereka pura-pura menuangkan jus ke cangkir kosong dan kemudian memegang kendi kosong di atas cangkir penuh tanpa melakukan gerakan menuang.

Krupenye mengatakan bahwa jika Kanzi mengira ada jus di kedua cangkir, ia akan memilih keduanya dengan frekuensi yang sama. Namun, ketika ditanya cangkir mana yang ia inginkan, Kanzi memilih cangkir berisi jus asli sebanyak 77,8% dari waktu percobaan, menunjukkan ia membedakan dengan jelas antara jus asli dan imajiner.

“Hal itu memberi kami keyakinan bahwa kami benar-benar melihat kemampuan melacak objek imajiner atau pura-pura,” kata Krupenye. Tim mengulangi prosedur yang sama dengan anggur pura-pura. Kanzi dengan tepat mengidentifikasi lokasi anggur imajiner dalam 68,9% uji coba.

Penelitian ini terbatas karena hanya satu bonobo diuji, namun tetap bukti jelas pertama kera besar dapat bermain pura-pura. Kanzi dapat memahami kepura-puraan yang diciptakan manusia, tapi tidak membuktikan ia dapat memproduksi skenario pura-pura sendiri. Krupenye dan Bastos berharap ini dapat dieksplorasi di kera besar lain. “Seharusnya kera-kera lain juga memiliki kapasitas ini,” kata Krupenye.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih

6 February 2026 - 14:45 WIB

Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus

6 February 2026 - 14:41 WIB

ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook

6 February 2026 - 14:08 WIB

Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein

5 February 2026 - 11:14 WIB

Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa?

5 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle