Menu ✖

Dark Mode
Angkat Besi Putri Kota Bogor Rebut Emas di Porprov XV Jabar Tahun 2026 Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor Jenal Mutaqin Hadiri Pembukaan Porprov XV Jawa Barat, Optimis Kota Bogor Raih Hasil Maksimal All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam

Kabar Bogor

Bogor Sayang Ostomate, Komitmen Wujudkan Kota Ramah Ostomate yang Inklusif

badge-check


					Kota Bogor menjadi lokus dilaksanakannya Asia and South Pacific Ostomy Association
(ASPOA) Conference dan Diabetes Wound Expo (DWE) 2026 di IPB International Convention Center (IPB ICC), Sabtu (7/11/2026). (photo : kominfo) Perbesar

Kota Bogor menjadi lokus dilaksanakannya Asia and South Pacific Ostomy Association (ASPOA) Conference dan Diabetes Wound Expo (DWE) 2026 di IPB International Convention Center (IPB ICC), Sabtu (7/11/2026). (photo : kominfo)

Kota Bogor – Kota Bogor menjadi lokus dilaksanakannya Asia and South Pacific Ostomy Association
(ASPOA) Conference dan Diabetes Wound Expo (DWE) 2026 di IPB International Convention Center (IPB ICC), Sabtu (7/11/2026).

Mengusung tema Empowering Care Through Knowledge, Connection, and Compassion, kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bermutu bertumpu pada pengetahuan, jejaring, dan kasih sayang.

Penyandang ostomi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik, stigma, kurangnya rasa percaya diri, hingga hambatan dalam bersekolah, bekerja, beribadah, dan bersosialisasi.

Melalui semangat Bogor Sayang Ostomate, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mewujudkan Kota Ramah Ostomate yang inklusif.

“Dan Kota Bogor mendukung setiap penyandang ostomi agar diterima, dihargai, serta berdaya untuk hidup bermartabat, produktif, dan aktif di masyarakat,” ujarnya.

Komitmen ini perlu diwujudkan melalui edukasi untuk menghapus stigma, pelayanan yang memahami kebutuhan pasien, serta fasilitas publik yang semakin ramah.

“Tidak boleh ada warga yang tersisih karena kondisi kesehatannya,” tegas Dedie Rachim.

Perhatian serupa juga diberikan kepada pasien diabetes. Diabetes yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi, termasuk luka kaki diabetik hingga amputasi.

“Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat promosi kesehatan, pencegahan, dan deteksi dini melalui puskesmas dan posyandu. Capaian Cek Kesehatan Gratis pada 2025 menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Tahun ini, CKG SMART mendekatkan skrining kepada masyarakat, disertai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam perawatan luka,” ujarnya.

Di samping itu, pasien juga membutuhkan dukungan keluarga, penerimaan sosial, dan informasi tepercaya. Kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan komunitas pasien menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang berkesinambungan.

“Bogor memiliki tradisi menjadi tuan rumah pertemuan internasional, termasuk APEC 1994 yang melahirkan Deklarasi Bogor. Semoga forum ini mempererat persahabatan serta memperkuat pertukaran pengetahuan dan kerja sama lintas negara. Di balik setiap diagnosis, ada seorang manusia, keluarga, dan kisah yang patut kita pedulikan dan hormati,” tutupnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Angkat Besi Putri Kota Bogor Rebut Emas di Porprov XV Jabar Tahun 2026

8 November 2026 - 12:08 WIB

Nonton Wayang Bersama Ribuan Masyarakat di Balai Kota Bogor, Komeng: Selamat Hari Wayang

6 November 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor