Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Bogor

Biadab, Kakek di Bogor Cabuli Sebelas Bocah

badge-check


					Biadab, Kakek di Bogor Cabuli Sebelas Bocah Perbesar

Entah apa yang ada di pikiran kakek berusia 55 tahun bernama Abah Oyan. Pria tua pemilik warung kelontong dan rental sepeda listrik ini tega mencabuli 11 anak perempuan berumur 9 hingga 10 tahun di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor. Kelakuan bejat sang kakek tersebut terungkap atas kecurigaan orang tua korban terhadap anak perempuannya. Demikian dituturkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, Selasa (28/5/2024).

Menurut Kapolresta, para korban (bocah) melaporkan perlakuan si kakek kepada orang tuanya, kemudian orangtua korban melapor ke kepolisian.

“Pelaku ini kelahiran 1969 yang bekerja sebagai pemilik warung kelontong dan juga penyewaan sepeda. Anak anak atau korban ini datang untuk membeli jajanan atau menyewa sepeda listrik,” kata Kapolresta.

Kanit PPA Polresta Bogor Kota, AKP Komang menambahkan, modus yang dilakukan pelaku adalah memberikan penambahan waktu sewa sepeda listrik lebih lama kepada para bocah perempuan tersebut.

“Pelaku mengiming-iming korban dengan memperpanjang waktu pakai sewa sepeda listrik. Harga sewa sepeda listrik Rp15 ribu perjam itu di lebihkan waktunya menjadi 1 jam 30 menit,” kata AKP Komang.

Pencabulan yang dilakukan Abah Oyan ini lanjut AKP Komang, dengan mencium, memegang payudara dan memegang alat kelamin dari anak anak usia 9 hingga 10 tahun tersebut.

“Pelaku ini masih bujang dan ada hasrat nafsu menyimpang, karena mungkin hasratnya tidak tersalurkan. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 76E undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan tentang undang undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 82 undang undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perppu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp5 miliar,” jelasnya. pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Trending on Headline