Menu

Dark Mode
Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data Inggris Pertimbangkan Blokir X Akibat Konten AI Cabul Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026 Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

Kabar Bogor

Bersih-bersih, GPIB Zebaoth Wujudkan Bogoh Ka Bogor

badge-check

image

Ulang Tahun ke-65 Gerakan Pemuda (GP) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor menggelar Green Movement dengan melakukan aksi bersih-bersih di gereja Zebaoth san sekitarnya. Kegiatan yang mengambil rute sampai Lapangan Sempur ini diresmikan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.
 
KMJ GPIB Zebaoth Bogor Pdt. Sian Lumentut mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh GP GPIB Zebaoth sebagai bagian dari implementasi kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kami berharap kegiatan Green Movement ini berjalan tepat arah serta berguna bagi semua dan membawa manfaat bagi semua,” harapnya.

Usmar, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Green Movement seiring dan sejalan dengan semangat yang sedang bangun Pemkot Bogor. “Ada semangat yang kita gelorakan dengan sebutan Bogoh Ka Bogor. Gerakan ini salah satunya dalam bentuk mensosialisasikan dan mendidik masyarakat untuk berdispilin lalu lintas. Karena kita ketahu salah satu masalah utama kota ini kemacetan,” katanya.

Usmar melanjutkan pada bulan Oktober ini, Pemkot Bogor akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB). “Jadi kita akan rekayasa totol lingkaran di sekitar KRB. Sosialisasi sedang kita lakukan, sehingga beban sekitar KRB itu menjadi berkurang,” jelas Usmar.

Selain transportasi, penguatan Bogoh Ka Bogor, kata Usmar, dilakukan dalam bentuk melakukan langkah-langkah untuk kebersihan. “Setiap hari dengan jumlah penduduk 1 juta 6 ribu lebih, sampah diproduksi di Kota Bogor ini kurang lebih 2.800 meter kubik setiap hari yang dihasilkan oleh rumah tangga, pasar-pasara, warung-warung dan sebagainya. Dari total sampah itu, DKP hanya maksimal 70 persen sampah yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Galuga,” terangnya.
.
Persoalan sampah, kata Usmar, ternyata bukan hanya sekedar mengangkut saja. ”Tetapi masalah disiplin masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Green Movement ini sangat bagus ini akan memberikan contoh kepada seluruh masyarakat Kota Bogor untuk mengingatkan masyarakat melakukan hal-hal kecil untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai bukti menyelamatan dan melestarikan lingkungan. Mudah-mudahan ini akan menjadi efek domino bagi masyarakat,” katanya. Red/Kotabogor.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donasi Peduli Aceh Sumatra, Warga Kota Bogor Antusias

27 December 2025 - 22:04 WIB

Ratusan Pramuka Kota Bogor Bantu Jaga Kondusifitas Nataru

25 December 2025 - 11:00 WIB

Bantu Sumatra, Penggiat Sosial dan Filantropis Kota Bogor Diapresiasi

25 December 2025 - 10:28 WIB

Umat Pertanyakan SK Perubahan Susunan Kuria Keuskupan Bogor

24 December 2025 - 09:30 WIB

Jelang Nataru, Bahan pangan dan Sembako di Kota Bogor Aman

23 December 2025 - 10:35 WIB

Trending on Kabar Bogor