Menu

Dark Mode
Polemik Studio Game RI Mau Hengkang Karena Pajak dan Responsnya Ilmuwan Top Amerika Tewas Ditembak, Dunia Sains Berduka Indosat Rilis HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa Mudik Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

Kabar Bogor

Bersih-bersih, GPIB Zebaoth Wujudkan Bogoh Ka Bogor

badge-check

image

Ulang Tahun ke-65 Gerakan Pemuda (GP) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor menggelar Green Movement dengan melakukan aksi bersih-bersih di gereja Zebaoth san sekitarnya. Kegiatan yang mengambil rute sampai Lapangan Sempur ini diresmikan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.
 
KMJ GPIB Zebaoth Bogor Pdt. Sian Lumentut mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh GP GPIB Zebaoth sebagai bagian dari implementasi kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kami berharap kegiatan Green Movement ini berjalan tepat arah serta berguna bagi semua dan membawa manfaat bagi semua,” harapnya.

Usmar, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Green Movement seiring dan sejalan dengan semangat yang sedang bangun Pemkot Bogor. “Ada semangat yang kita gelorakan dengan sebutan Bogoh Ka Bogor. Gerakan ini salah satunya dalam bentuk mensosialisasikan dan mendidik masyarakat untuk berdispilin lalu lintas. Karena kita ketahu salah satu masalah utama kota ini kemacetan,” katanya.

Usmar melanjutkan pada bulan Oktober ini, Pemkot Bogor akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB). “Jadi kita akan rekayasa totol lingkaran di sekitar KRB. Sosialisasi sedang kita lakukan, sehingga beban sekitar KRB itu menjadi berkurang,” jelas Usmar.

Selain transportasi, penguatan Bogoh Ka Bogor, kata Usmar, dilakukan dalam bentuk melakukan langkah-langkah untuk kebersihan. “Setiap hari dengan jumlah penduduk 1 juta 6 ribu lebih, sampah diproduksi di Kota Bogor ini kurang lebih 2.800 meter kubik setiap hari yang dihasilkan oleh rumah tangga, pasar-pasara, warung-warung dan sebagainya. Dari total sampah itu, DKP hanya maksimal 70 persen sampah yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Galuga,” terangnya.
.
Persoalan sampah, kata Usmar, ternyata bukan hanya sekedar mengangkut saja. ”Tetapi masalah disiplin masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Green Movement ini sangat bagus ini akan memberikan contoh kepada seluruh masyarakat Kota Bogor untuk mengingatkan masyarakat melakukan hal-hal kecil untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai bukti menyelamatan dan melestarikan lingkungan. Mudah-mudahan ini akan menjadi efek domino bagi masyarakat,” katanya. Red/Kotabogor.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pulang Kampung Tanpa Biaya, Pemkab Bogor Buka Layanan Mudik Gratis

25 February 2026 - 13:33 WIB

Empat BUMD Dievaluasi, Bupati Bogor Siapkan Tim Pansel Calon Direksi

25 February 2026 - 12:46 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diproyeksikan Jadi Pusat Perniagaan Bogor Timur dan Tengah

22 February 2026 - 15:15 WIB

BiiFest 2026 Digelar 10 Hari, Hadirkan MTQ hingga Dakwah Digital di Medsos

20 February 2026 - 20:29 WIB

Urai Kemacetan, Dishub Kota Bogor Lakukan Penindakan Hukum

19 February 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor