Menu ✖

Dark Mode
ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia di Konferensi Ekraf Dunia Melalui Pertunjukan Teatrikal Meta Diminta Buka-bukaan Soal Dugaan Penghapusan Konten Karhutla Kenapa Memilah Sampah Penting untuk Lingkungan? Trump Disebut Telepon Elon Musk, Minta Starlink Ukraina Dipulihkan Bulan Menciut dan Rentan Gempa, Pangkalan Manusia Terancam NASA Ungkap Kebakaran Papua, Asap Tebal Terlihat dari Satelit

Kabar Bogor

Berjalan Kaki, Dedie-Jenal Tinjau Ketertiban Wilayah dan Pastikan Fasum Digunakan Sesuai Fungsi

badge-check


					Untuk menjaga ketertiban wilayah dan memastikan fasilitas umum digunakan sesuai fungsinya, sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar, saluran air, jalur hijau, dan pulau taman ditertibkan oleh Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat kewilayahan. (photo : kominfo) Perbesar

Untuk menjaga ketertiban wilayah dan memastikan fasilitas umum digunakan sesuai fungsinya, sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar, saluran air, jalur hijau, dan pulau taman ditertibkan oleh Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat kewilayahan. (photo : kominfo)

Kota Bogor – Untuk menjaga ketertiban wilayah dan memastikan fasilitas umum digunakan sesuai fungsinya, sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar, saluran air, jalur hijau, dan pulau taman ditertibkan oleh Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat kewilayahan.

Penataan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Keduanya berjalan kaki dari Pasir Jaya menuju Paledang, Stasiun Bogor, hingga Balai Kota Bogor, Jumat (23/10/2026).

Saat berjalan kaki, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin melihat sejumlah titik trotoar dan jalur hijau yang digunakan untuk berdagang. Dedie Rachim pun meminta agar lokasi tersebut ditertibkan, karena keberadaan pedagang menyulitkan pejalan kaki yang hendak melintas.

“Jangan di sini atuh, ini kan buat orang jalan. Yang jalan kaki susah, masa yang jalan kaki harus turun ke badan jalan? Kan bahaya, ada kendaraan,” ujar Dedie Rachim.

Selain menemukan pedagang yang menutup akses pejalan kaki di atas trotoar, Dedie Rachim juga menemukan sejumlah sambungan listrik yang terpasang tidak pada tempatnya.
Bahkan, terdapat meteran listrik yang dipasang di tembok di sebelah kantor PLN dan digunakan oleh para pedagang kaki lima (PKL).

“Ada petugas PLN enggak ini yang bisa langsung menertibkan? Coba ini biar langsung ditertibkan. Jangan seperti ini terus atuh. Enggak selesai-selesai masalah PKL,” ujar Dedie Rachim.

Tak lama berselang, petugas PLN datang dan langsung melakukan pemutusan sambungan listrik. Penertiban tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga di beberapa lokasi lain yang ditemukan memiliki sambungan listrik dengan meteran resmi PLN, tetapi dipasang di lokasi yang tidak semestinya.

Dari lokasi tersebut, mereka kembali berjalan kaki menuju Stasiun Bogor. Di sepanjang perjalanan, keduanya menemukan angkutan kota (angkot) yang parkir sembarangan dan langsung melakukan penertiban. Sejumlah sepeda motor yang parkir liar juga ditertibkan.

“Coba periksa itu angkot usia berapa tahun, kelengkapan dokumennya bagaimana. Ngetem, angkot ditinggalin tanpa sopir, macet itu di belakang,” ucap Dedie Rachim.

Selanjutnya, keduanya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Alun-Alun Kota Bogor hingga Balai Kota Bogor.kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kota Bogor Buka Donasi Bantuan Bencana

23 October 2026 - 14:54 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

23 October 2026 - 14:51 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi

22 October 2026 - 14:29 WIB

Jalin Kolaborasi dan Sinergitas, Kapolresta Bogor Kota Kunjungi PWI

22 October 2026 - 14:20 WIB

JPO MA Salmun Segera Dibangun, Pemkot Bogor Pastikan Sosialisasi Menyeluruh

22 October 2026 - 14:20 WIB

Trending on Kabar Bogor